Icuh, Pengacara di Keroyok Warga Saat Pengukuran Tanah

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Demoenolak ukuran tanah di Desa Dateng Lareng, Lamongan
Demoenolak ukuran tanah di Desa Dateng Lareng, Lamongan

i

LAMONGAN - Demo menolak pengukuran tanah di Desa Dateng, Laren, Lamongan ricuh. Kericuhan membuat seorang pengacara dari pihak penggugat dikeroyok warga yang menggelar unjukrasa.

Pengeroyokan ini dipicu kekesalan warga karena yang bersangkutan diduga kerap memancing emosi warga. Ini karena pengacara tersebut sering sesumbar jika dirinya bisa memenangkan klien yang dibelanya.

Sementara klien yang dibela pengacara tersebut merupakan warga luar desa yang menjadi penggarap tambak di dalam kawasan waduk yang disengketakan.

"Aksi pengeroyokan terhadap pengacara tersebut dilakukan warga secara spontan karena kekesalan saja," kata koordinator aksi warga, Hajar Tunggul Manik, Kamis (25/8/2022).

Menurut Hajar, semenjak adanya alih fungsi lahan waduk menjadi tambak yang digarap oleh warga luar desa, warga desa Dateng mengaku kesulitan untuk mendapatkan air.

"Klien yang dibela pengacara tersebut merupakan warga luar desa yang menjadi penggarap tambak di dalam kawasan waduk dimana sejak beralih fungsi menjadi lahan tambak, para petani setempat kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka," ujarnya.

Beruntung sejumlah petugas dari TNI dan Polri langsung mengamankan korban. Usai diamankan pengacara tersebut dievakuasi menjauh dari kerumunan massa.

Kabag OPS Polres Lamongan Kompol Slamet Agus Sumbono mengatakan, pengamanan massa sudah dipersiapkan sebaik mungkin, bahkan ada ratusan personel gabungan yang dilibatkan dalam unjuk rasa tersebut.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Lamongan Masykur Hidayat mengatakan, agenda tim majelis hakim dan BPN ke Desa Dateng tersebut bukan mengukur tanah. Tapi memeriksa objek tanah sebagai bagian dari proses hukum perdata yang sedang berlangsung.

"Hari ini tadi adalah agenda ke sana adalah pemeriksaan objek, bukan pengukuran karena memang tidak ada pengukuran," terang Masykur.

Masykur menjelaskan jauh sebelum pemeriksaan objek tanah pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Muspika setempat.Ini terkait pemeriksaan objek tanah.

Masykur juga mengakui pemeriksaan objek tanah sempat ramai dengan insiden pengeroyokan tapi pemeriksaan objek tanah tetap dilanjutkan dengan meminta keterangan pada warga.

"Pada saat pemeriksaan memang ada insiden, ketika warga meminta penjelasan juga kita jelaskan, dan pemeriksaan tetap lanjut dengan meminta keterangan warga," tandas Masykur.(ek/irul).

Tag :

Berita Terbaru

Jelang Nataru 2026-2027, PELNI Tebar Diskon Tiket 30 Persen, Kuota 414 Ribu Penumpang

Jelang Nataru 2026-2027, PELNI Tebar Diskon Tiket 30 Persen, Kuota 414 Ribu Penumpang

Sabtu, 24 Okt 2026 19:45 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 19:45 WIB

Diskon Tiket PELNI 30 Persen Resmi Dibuka, Warga Diminta Jangan Sampai Kehabisan Kuota…

RSUD dr Karneni Tulungagung  buka layanan CT Scan 128 Slice 

RSUD dr Karneni Tulungagung  buka layanan CT Scan 128 Slice 

Jumat, 23 Okt 2026 21:39 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 21:39 WIB

Teknologi itu memiliki 3 keunggulan diantaranya, resolusi yang tajam dan detail, dosis radiasi rendah serta memiiki kecepatan tinggi…

Dua Orang Ditangkap Polrestabes Surabaya di Peneleh, Bukan Dilepas : Jalani Rehabilitasi Bukan Dilepas 

Dua Orang Ditangkap Polrestabes Surabaya di Peneleh, Bukan Dilepas : Jalani Rehabilitasi Bukan Dilepas 

Jumat, 23 Okt 2026 21:33 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 21:33 WIB

SURABAYA- Satresnarkoba Polrestabes Surabaya memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan tangkap lepas terhadap dua orang  pria di kawasan …

Gerebek 3 THM Surabaya, Polisi Temukan 20 Orang Positif Narkoba, Station Tunjungan Disorot!

Gerebek 3 THM Surabaya, Polisi Temukan 20 Orang Positif Narkoba, Station Tunjungan Disorot!

Jumat, 23 Okt 2026 11:24 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 11:24 WIB

DIGEREBEK POLISI! 20 Orang Positif Narkoba di Tiga THM Surabaya, Station Tunjungan Jadi Sorotan…

Demo Mahasiswa di Depan Grahadi Berlangsung Kondusif, 11 Orang Diamankan Polisi

Demo Mahasiswa di Depan Grahadi Berlangsung Kondusif, 11 Orang Diamankan Polisi

Kamis, 22 Okt 2026 21:55 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 21:55 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Penunggang Demo di Grahadi, 11 Orang Diamankan Sebelum Aksi Berakhir…

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan

Kamis, 22 Okt 2026 20:34 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 20:34 WIB

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan…