Budaya Suroboyo Salah Satunya “Ondok Doro" Lomba Merpati Perlu Dihidupkan Lagi

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Persatuan Jurnalis Indonesia dan Pemuda Pusura menggelar acara“Ngopi” (Ngobrol Pinter)
Persatuan Jurnalis Indonesia dan Pemuda Pusura menggelar acara“Ngopi” (Ngobrol Pinter)

i

Persatuan Jurnalis Indonesia dan Pemuda Pusura menggelar acara“Ngopi” (Ngobrol Pinter)

SURABAYA- Penghujung tahun 2022, PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia) dan Pemuda Pusura menggelar acara“Ngopi” (Ngobrol Pinter) dengan tema “Jogo Suroboyo” di halaman PUSURA Jalan Yos Sudarso No 9 Surabaya, Jumat (30/12/2022). Acara dimoderatori Zakaria Anshori, SH, MH, MKn atau Cak Zakaria.

Mengawali pembicaraan sebagai narasumber, Prof. Dr. H. Aminuddin Kasdi, M.S. memaknai “Suroboyo” tak terpisahkan dengan sosok Proklamator Bung Karno dan Pahlawan Nasional HOS Cokroaminoto yang memang pernah hidup dan berjuang di Surabaya.

M. Izsa Ansori, Ketua Bidang Data, Komunikasi dan Litbang Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim, secara khusus mengingatkan bahaya mengintai anak justru dari orang-orang terdekatnya. Dirinya juga mengharapkan budaya-budaya Suroboyo, dihidupkan.

Salah satunya “Ondok Doro” (lomba merpati) yang selama ini dikonotasikan sebagai judi. Izsa mengharapkan Pemkot Surabaya dan semua elemen “Suroboyo” mengemas sebagai kegiatan lomba merpati antar komunitas. Memperebutkan Piala Walikota Surabaya, misalnya.

Letjen TNI (Purn) R. Wisnoe Prasetja Boedi yang menyempatkan datang langsung dari Jakarta, meminta “karakter” kota Surabaya dipertahankan. “Mari kita gali, seperti apa, contohnya pesan damai itu indah, bagaimana karakter kota Surabaya, bagaimana mengembangkan budaya kita dan kesadaran kita tumbuhkan?!”, Arek Suroboyo yang dipanggil Cak Wisnu itu menuturkan. Dalam kesempatan itu Cak Wisnu didaulat sebagai Pembina Forum Cangkrukan dan Silaturahmi Arek-Arek Suroboyo yang akan segera dibentuk.

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori setuju pengaktifan kembali keguyuban “Arek Suroboyo”. Siskamling (Sistim Keamanan Lingkungan), Polmas (Polisi Masyarakat) yang digaungkan era Kapolri Sutanto, Karang Taruna dan berbagai keguyupan khas Indonesia dan yang khas “Suroboyo” selayaknya dihidupkan dan dibina. Dirinya juga setuju ide Cak Isha, mengangkat marwah “Ondok Doro”.

Terkait terjadinya tindak pidana kerusuhan di Surabaya, Cak Boechori menilai sebagian besar pelakunya, “korban” sekaligus “pelaku” kejahatan. Korban dalam artian mereka dibodohi dan “dibombong” (keakuan/gengsinya diangkat-angkat, Red.) oleh segelintir seniornya. Diperlukan ‘Pendidik” yang melakukan “pendidikan moral” disamping pengajaran kepada siswa. Bukan hanya sekedar sebagai Guru yang “mengajar” murid.

Ketua Umum Pemuda Pusura, Hoslih Abdullah atau Cak Dullah memesankan agar semua elemen Bangsa bersatu padu menjaga “Suroboyo”. Dan menanggapi sindiran Ketua AMP (Aliansi Madura Perantau), H. Nawadi agar Pusura diutamakan dibanding Pemuda Pusura, Cak Dullah “menunggu mandat” lebih lanjut dari sesepuh Pusura.

Yousri Nur Raja Agam, “Pemuda” 72 tahun, wartawan gaek asal Minang yang “masih” 48 tahun jadi penduduk Surabaya, mengingatkan, siapapun dan dari manapun yang tinggal di Surabaya wajib jadi “Arek Suroboyo”. Wajib peduli membangun Surabaya.

Budi Susanto, Pengurus Pusat PJI yang juga Ketua Forum Swadaya Masyarakat Surabaya dan pendamping rakyat miskin, menyentil, “PR” Pemerintah seperti permasalahan STB (set top box) untuk TV digital televisi yang banyak dikeluhkan warga, disebutnya Pemerintah kurang tanggap.

Pendapat relalif berbeda, Ketua AMP (Aliansi Madura Perantau), H. Nawadi meminta perusuh di Surabaya yang oleh beberapa kalangan diistilahkan “gangster”, tidak perlu dimusuhi. “Mereka masih anak-anak”, ujarnya. Menurut Nawadi,anak-anak itu hanya perlu dilakukan pembinaan. Nawadi juga mengharapkan tiga pilar lebih maksimal menjalankan fungsinya.

Narasumber lainnya, Anggota BIN (Badan Intelijen Negara) Daerah Jatim, Hendro serta Ketua GMNI Surabaya (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), Refi Achman Zubari.

Secara menyeluruh para pembicara sepakat Suroboyo harus dijaga ketenteraman masyarakatnya dengan meningkatkan kebersamaan wani Jogo Suroboyo. (*)

Berita Terbaru

Sabu Diselipkan dalam Masakan Bali, Telur hingga Ikan Tongkol, Upaya Penyelundupan ke Rutan Surabaya Digagalkan

Sabu Diselipkan dalam Masakan Bali, Telur hingga Ikan Tongkol, Upaya Penyelundupan ke Rutan Surabaya Digagalkan

Senin, 07 Sep 2026 17:33 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:33 WIB

Petugas Rutan Surabaya Gagalkan Sabu dalam Makanan, 5 Pocket dan 1 Gulungan Diamankan…

HUT ke-2 RS Kemenkes Surabaya, Perkuat Layanan Stroke untuk Tekan Risiko Kematian dan Kecacatan

HUT ke-2 RS Kemenkes Surabaya, Perkuat Layanan Stroke untuk Tekan Risiko Kematian dan Kecacatan

Senin, 07 Sep 2026 15:21 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:21 WIB

RS Kemenkes Surabaya: Ajak Masyarakat Deteksi Dini Stroke Lewat Program CKG…

Ratusan Creator dan Puluhan Brand “Banjiri” Surabaya, Superstar Affiliate Revolution Buka Jalan Raup Cuan dari Affiliate

Ratusan Creator dan Puluhan Brand “Banjiri” Surabaya, Superstar Affiliate Revolution Buka Jalan Raup Cuan dari Affiliate

Minggu, 06 Sep 2026 22:15 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 22:15 WIB

700+ Creator dan 50+ Brand Meriahkan Superstar Affiliate Revolution di Surabaya, Peluang Cuan Digital Makin Terbuka…

Bermula dari Mimpi, Jadi Rumah Para Talenta! Kisah Rhema Kartika Sari Bangun LS Model School Ponorogo

Bermula dari Mimpi, Jadi Rumah Para Talenta! Kisah Rhema Kartika Sari Bangun LS Model School Ponorogo

Jumat, 04 Sep 2026 21:35 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 21:35 WIB

Dari Catwalk ke Pembentukan Karakter, Rhema Kartika Sari Bangun LS Model School Sejak 2010…

KULTUR BARU GBT: Saat Lipstik Implora Nampang di Jersey Persebaya dan Rayakan Suara Bonita

KULTUR BARU GBT: Saat Lipstik Implora Nampang di Jersey Persebaya dan Rayakan Suara Bonita

Jumat, 04 Sep 2026 21:25 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 21:25 WIB

Logo Implora kini menempel megah di jersey Green Force, membawa pesan kuat bahwa perempuan punya ruang sejajar di arena bal-balan.…

Bukan Sekadar Gaya, Ghataka Radysca Buktikan Talenta Muda Ponorogo Bisa Berprestasi

Bukan Sekadar Gaya, Ghataka Radysca Buktikan Talenta Muda Ponorogo Bisa Berprestasi

Jumat, 04 Sep 2026 19:30 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 19:30 WIB

Masih 16 Tahun, Ghataka Radysca Sabet Dua Juara 1 di Dunia Modeling…