Patriot Garuda Nusantara Gelar Diskusi Publik Di Museum Auditorium Tugu Pahlawan Surabaya

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Patriot Garuda Nusantara Saat Diskusi Publik Di Museum Auditorium Tugu pahlawan
Patriot Garuda Nusantara Saat Diskusi Publik Di Museum Auditorium Tugu pahlawan

i

SURABAYA-Dalam rangka menangkal Radikal di Jawa Timur, Patriot Garuda Nusantara (PGN) Makowil Jatim menyelenggarakan diskusi publik (webinar) di Museum Auditorium Tugu pahlawan Surabaya, kamis, (13/7/23)

Acara diskusi publik ini di hadiri 4 Nara sumber hebat di antaranya Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, yang di wakili Kabid Pengawas Nasional dan pengamanan konflik Jefri Subur Laksana, Ketua Fatwa MUI Jawa Timur KH. Ma'ruf Khozin, Pakar Hukum Unair Haidar Adam SH.LLM. Serta Senopati Patriot Garuda Nusantara Dr. KH. Nuril Arifn Husein, MBA.

Dalam diskusi publik (webinar) kali ini mengambil tema Bangkitnya Bahaya Laten Paham Khilafah, KH. Nuril Arifin menjelaskan" bahwa pemerintah itu harus tegas, karna pemerintah itu di percaya sebagai amanat dan mendataris MPR , artinya seluruh bangsa Indonesia ini menginginkan suatu bentuk pemerintahan, kalau tidak bisa memakmurkan, masih banyak orang lapar kita masih bisa mengerti, tapi jaminan hukum harus jelas, tegasnya.

Masih Dr. KH. Nuril menambahkan, kayak Pondok pesantren Al Zaitun itu sudah jelas embrionya melahirkan bibit bibit introleransi menjadi radikal bahkan sudah bercita cita bentuk negara Islam Indonesia, ini musuh utama kesatuan Republik Indonesia, bukan pasal di anggap enteng entengan dalam pelanggaran hukumnya, Ucapnya.

Makanya pemerintah harus tegas, kan punya TNI, punya Panglima, punya Polisi, punya Halim, punya Jaksa punya aparat yang lain tinggal turunkan saja, jangan pemerintah Jokowi tersandera dan pejabat pejabat di sekitarnya, kemudian melakukan tindakan tindakan yang gamang, yang membikin rakyat menjadi bingung dan ini berbahaya, kalau kemarahan rakyat tidak terbendung , maka rakyat akan berjalan sendiri sendiri jadi repot kalau sudah seperti ini, Pungkasnya.

Dr. KH Nuril menegaskan" konsep pertahanan keamanan Indonesia perlu di ingat adalah hantam rata, artinya apa rakyat adalah pendukung utama sekaligus pengambil Inisiatif untuk mempertahankan keamanan dan pemerataan sekaligus kenyamanan berbangsa dan bernegara, harapnya.

Ini konsep yang kemudian merupakan indisari perang gerilya yang di lakukan Jenderal Sudirman, bahkan Amerika pun kalah dengan konsep ini bila di terapkan di Vietnam, artinya pertempuran membela Bangsa dan negaranya bukan hanya di tentukan oleh TNI nya, dan bukan di tentukan oleh polisinya, tapi semua di dukung oleh rakyat" Pungkasnya.

Jadi harapan kami kedepan masyarakat harus mulai beranilah kalau kita melihat copet jalan, rampok jalan, maling jalan karna tidak ada keberanian mengandalkan kemanjaanya karena di jaga oleh polisi dan TNI, Polisi kita tidak cukup menjaga keamanan Bangsa. TNI kita tidak cukup karna doktrinnya tidak menembaki rakyat, tapi menembaki musuh, dunia belum bisa membedakan mana musuh yang jelas dan mana musuh tidak jelas, terangnya. (irm)

Berita Terbaru

Ratusan Creator dan Puluhan Brand “Banjiri” Surabaya, Superstar Affiliate Revolution Buka Jalan Raup Cuan dari Affiliate

Ratusan Creator dan Puluhan Brand “Banjiri” Surabaya, Superstar Affiliate Revolution Buka Jalan Raup Cuan dari Affiliate

Minggu, 06 Sep 2026 22:15 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 22:15 WIB

700+ Creator dan 50+ Brand Meriahkan Superstar Affiliate Revolution di Surabaya, Peluang Cuan Digital Makin Terbuka…

Bermula dari Mimpi, Jadi Rumah Para Talenta! Kisah Rhema Kartika Sari Bangun LS Model School Ponorogo

Bermula dari Mimpi, Jadi Rumah Para Talenta! Kisah Rhema Kartika Sari Bangun LS Model School Ponorogo

Jumat, 04 Sep 2026 21:35 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 21:35 WIB

Dari Catwalk ke Pembentukan Karakter, Rhema Kartika Sari Bangun LS Model School Sejak 2010…

KULTUR BARU GBT: Saat Lipstik Implora Nampang di Jersey Persebaya dan Rayakan Suara Bonita

KULTUR BARU GBT: Saat Lipstik Implora Nampang di Jersey Persebaya dan Rayakan Suara Bonita

Jumat, 04 Sep 2026 21:25 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 21:25 WIB

Logo Implora kini menempel megah di jersey Green Force, membawa pesan kuat bahwa perempuan punya ruang sejajar di arena bal-balan.…

Bukan Sekadar Gaya, Ghataka Radysca Buktikan Talenta Muda Ponorogo Bisa Berprestasi

Bukan Sekadar Gaya, Ghataka Radysca Buktikan Talenta Muda Ponorogo Bisa Berprestasi

Jumat, 04 Sep 2026 19:30 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 19:30 WIB

Masih 16 Tahun, Ghataka Radysca Sabet Dua Juara 1 di Dunia Modeling…

Usia 13 Tahun, Titah Wening Sabet Sejumlah Prestasi Modeling dan Jadi Duta Hijab Cilik Indonesia

Usia 13 Tahun, Titah Wening Sabet Sejumlah Prestasi Modeling dan Jadi Duta Hijab Cilik Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 16:33 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 16:33 WIB

Memiliki nama lengkap Titah Wening dan akrab disapa Wening, siswi kelas 7 SMP tersebut mulai serius mengasah potensinya melalui dunia modeling.…

Bukan Sekadar Cantik, Nasya Syakeela Sabet Segudang Prestasi dan Jadi Duta Anak Prestasi Jatim

Bukan Sekadar Cantik, Nasya Syakeela Sabet Segudang Prestasi dan Jadi Duta Anak Prestasi Jatim

Jumat, 04 Sep 2026 14:56 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 14:56 WIB

Talenta muda asal Ponorogo tersebut berhasil mencuri perhatian melalui berbagai pencapaian di dunia modeling, beauty pageant hingga seni…