Tingkat Kegemaran Membaca di Surabaya Tertinggi se-Jawa Timur

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tingkat Kegemaran Membaca di Surabaya Tertinggi Se - Jawa Timur
Tingkat Kegemaran Membaca di Surabaya Tertinggi Se - Jawa Timur

i

SURABAYA-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kegemaran membaca atau minat baca bagi warga Kota Pahlawan. Alhasil, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) tahun 2023 di Surabaya tertinggi se-kabupaten/kota di Jawa Timur.

Kepala Dispusip Surabaya Mia Santi Dewi menjelaskan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) warga Surabaya di tahun 2023 tertinggi dibanding kabupaten dan kota di Jawa Timur. Nilai TGM Surabaya tahun 2023 sebesar 80,3 poin, satu-satunya kota yang dinilai masuk kategori TGM “Sangat Tinggi”.

“Ini menunjukkan bahwa berbagai upaya yang sudah kita lakukan untuk terus meningkatkan minat baca dan kegemaran membaca warga berhasil,” kata Mia di Balai Kota Surabaya, Kamis (18/1/2024).

Selain itu, survei dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur itu juga menunjukkan bahwa durasi membaca atau lama waktu yang dihabiskan untuk membaca setiap harinya, Surabaya lagi-lagi berada pada level “sangat tinggi”, yaitu kurang lebih 3 jam.

Padahal, rata-rata membaca warga Jawa Timur hanya di kisaran 1 jam hingga 1 jam 59 menit. “Artinya di sini, tingkat durasi membaca warga Surabaya sudah di atas rata-rata,” kata dia. Menurut Mia, sejumlah fasilitas yang biasanya dimanfaatkan warga Surabaya untuk membaca adalah perpustakaan, Taman Baca Masyarakat (TBM) dan mobil keliling atau perpustakaan keliling.

Tak heran jika tingkat kunjungan ke perpustakaan dan TBM itu selalu tinggi setiap bulannya. “Kunjungan tertinggi pada tahun 2023 pada bulan Maret, angkanya mencapai 84.882 pengunjung. Sedangkan total pengunjung selama tahun 2023 sebanyak 824.790 pengunjung. Angka ini tentunya sesuai dengan TGM dan durasi membaca yang tertinggi di Jawa Timur,” tegasnya.

Mia juga menjelaskan berbagai strategi untuk meningkatkan minat baca masyarakat yang dilakukan sejak anak usia dini. Salah satunya adalah dengan Wisata Buku. Program ini mengenalkan perpustakaan ke anak-anak dengan image baru.

Lewat dua perpustakaan yang dikelola pemkot, yaitu Perpustakaan di Balai Pemuda dan Perpustakaan di Rungkut Asri Tengah, anak-anak bisa mengakses berbagai kegiatan menarik, mulai dari mendapatkan informasi, pendidikan, hingga wisata ini sekaligus. "Kalau ngomong perpustakaan, nggak hanya membayangkan rak buku. Namun kita juga kemas dalam Edutainment," kata Mia.

Dengan berkonsep menarik, aktivitas di perpustakaan bukan sekadar mengisi waktu luang, namun menjadi tujuan utama anak-anak. Misalnya ketika pulang sekolah, anak-anak punya tujuan utama ke perpustakaan.“Mengajak datang ke perpustakaan menjadi bagian awal untuk mengenalkan buku kepada anak.

Kalau anak-anak sudah menjadikan perpustakaan sebagai tujuannya, baru setelah itu kita upayakan mereka semakin gemar membaca," ujarnya.Layaknya tempat wisata, pada siswa usia dini diajak untuk bermain sambil belajar. Misalnya anak TK, dibuatkan kartu perpustakaan. “Jadi, mereka datang, tap kartu. Di perpustakaan, mereka juga kami belajar sambil ice breaking," katanya.

Selain Perpustakaan, masyarakat Surabaya juga bisa mengakses buku di Taman Baca Masyarakat (TBM) dan pojok baca yang ada di balai RW, kelurahan, dan spot lainnya. Di Surabaya, sudah ada sekitar 500 TBM dan 400 pojok baca yang juga bisa menjadi jujugan mencari buku menarik.

“Jenis buku yang paling banyak diminati adalah buku cerita hingga informatika sederhana. Bukunya dari kita (Pemkot). Setiap 3 bulan, ada sirkulasi buku. Kita sesuaikan dengan buku yang paling diminati," katanya.

Saat ini, Dispusip ingin meningkatkan minat baca buku di TBM. Strateginya, menyiapkan berbagai kegiatan di TBM. "Tidak hanya menjadi tempat buku. Ini sudah kami lakukan," katanya. Bukan sekadar membaca, anak juga diajak belajar menulis. Artinya, ini tingkatkan pelayanannya. Di sana ada kelas numerik, membantu membahas PR, kelas fotografi, hingga belajar mendongeng. “Bahkan, beberapa ada yang belajar menulis buku," kata Mia.

Dari hasil tulisan para anak, dikumpulkan dalam satu buku. Ada beberapa antologi cerpen yang dihasilkan dari anak di TBM. Juga ada kompetensi mendongeng. “Mereka bisa tampil mendongeng dan lomba antar kecamatan, sehingga semakin menarik minat mereka untuk terus gemar membaca," pungkasnya. (ADV)

Berita Terbaru

HUT ke-2 RS Kemenkes Surabaya, Perkuat Layanan Stroke untuk Tekan Risiko Kematian dan Kecacatan

HUT ke-2 RS Kemenkes Surabaya, Perkuat Layanan Stroke untuk Tekan Risiko Kematian dan Kecacatan

Senin, 07 Sep 2026 15:21 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:21 WIB

RS Kemenkes Surabaya: Ajak Masyarakat Deteksi Dini Stroke Lewat Program CKG…

Ratusan Creator dan Puluhan Brand “Banjiri” Surabaya, Superstar Affiliate Revolution Buka Jalan Raup Cuan dari Affiliate

Ratusan Creator dan Puluhan Brand “Banjiri” Surabaya, Superstar Affiliate Revolution Buka Jalan Raup Cuan dari Affiliate

Minggu, 06 Sep 2026 22:15 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 22:15 WIB

700+ Creator dan 50+ Brand Meriahkan Superstar Affiliate Revolution di Surabaya, Peluang Cuan Digital Makin Terbuka…

Bermula dari Mimpi, Jadi Rumah Para Talenta! Kisah Rhema Kartika Sari Bangun LS Model School Ponorogo

Bermula dari Mimpi, Jadi Rumah Para Talenta! Kisah Rhema Kartika Sari Bangun LS Model School Ponorogo

Jumat, 04 Sep 2026 21:35 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 21:35 WIB

Dari Catwalk ke Pembentukan Karakter, Rhema Kartika Sari Bangun LS Model School Sejak 2010…

KULTUR BARU GBT: Saat Lipstik Implora Nampang di Jersey Persebaya dan Rayakan Suara Bonita

KULTUR BARU GBT: Saat Lipstik Implora Nampang di Jersey Persebaya dan Rayakan Suara Bonita

Jumat, 04 Sep 2026 21:25 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 21:25 WIB

Logo Implora kini menempel megah di jersey Green Force, membawa pesan kuat bahwa perempuan punya ruang sejajar di arena bal-balan.…

Bukan Sekadar Gaya, Ghataka Radysca Buktikan Talenta Muda Ponorogo Bisa Berprestasi

Bukan Sekadar Gaya, Ghataka Radysca Buktikan Talenta Muda Ponorogo Bisa Berprestasi

Jumat, 04 Sep 2026 19:30 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 19:30 WIB

Masih 16 Tahun, Ghataka Radysca Sabet Dua Juara 1 di Dunia Modeling…

Usia 13 Tahun, Titah Wening Sabet Sejumlah Prestasi Modeling dan Jadi Duta Hijab Cilik Indonesia

Usia 13 Tahun, Titah Wening Sabet Sejumlah Prestasi Modeling dan Jadi Duta Hijab Cilik Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 16:33 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 16:33 WIB

Memiliki nama lengkap Titah Wening dan akrab disapa Wening, siswi kelas 7 SMP tersebut mulai serius mengasah potensinya melalui dunia modeling.…