Musim Penghujan, Pemkot Surabaya Rutin Lakukan Perantingan di Jalan Protokol dan Pemukiman

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemkot Surabaya Rutin Lakukan Perantingan di Jalan
Pemkot Surabaya Rutin Lakukan Perantingan di Jalan

i

SURABAYA-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya rutin melakukan perantingan pohon di musim penghujan. Perantingan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi adanya pohon tumbang di saat terjadi angin kencang dan curah hujan tinggi.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati, DLH Kota Surabaya, Myrna Augusta Aditya Dewi mengatakan, perantingan pohon rutin dilakukan pada saat maupun sebelum memasuki musim hujan. Dari awal 2024 hingga saat ini DLH Surabaya telah melakukan perantingan ribuan pohon. “Perantingan rutin dilakukan, minimal ada 20 pohon per hari,” kata Myrna, Selasa (13/2/2024).

Myrna menjelaskan, DLH Surabaya telah mengerahkan Tim Ranting di tujuh unit rayon dan satu unit Tim Taman Aktif yang tersebar di semua titik Kota Surabaya. Mulai dari wilayah Surabaya Barat, Selatan, Utara, Timur, hingga Pusat.

Setiap harinya, petugas di masing-masing rayon melakukan perantingan pohon di jalan-jalan protokol. Seperti baru-baru ini, DLH Surabaya melakukan perantingan di Jalan Diponegoro, Jalan Dr. Ir. H. Soekarno (MERR), Jalan Ngagel Jaya Utara, Taman Bungkul, dan Taman Flora. “Karena memang sudah tinggi-tinggi ya posisi pohonnya, dan berbahaya,” jelas Myrna.

Myrna menyampaikan, perantingan pohon di Kota Surabaya tak hanya dilakukan di jalan-jalan protokol saja. Akan tetapi, juga dilakukan wilayah di jalan perkampungan dan pemukiman warga. Karena warga bisa mengajukan permohonan perantingan melalui aplikasi Wargaku atau e-Surat.

Myrna mengungkapkan, sebenarnya perantingan pohon di jalan pemukiman, perkampungan, dan persil rumah warga bisa dilakukan secara mandiri. Sehingga, tidak harus menunggu petugas DLH untuk melakukan perantingan ketika ada pohon yang kondisinya memprihatinkan.

“Kami mendorong untuk yang di pemukiman, perkampungan, atau persil rumah orang itu dilakukan secara mandiri. Bisa dengan kerja bakti, atau mencari orang untuk memotong itu silahkan, kalau di dalam persil bukan kewenangan kami, maka perorangan boleh melakukan perantingan sendiri,” ungkapnya.

Dirinya mengingatkan, agar warga memiliki rasa saling peduli dan memperhatikan lingkungannya masing-masing. Jika ada pepohonan yang kondisinya sudah doyong (miring) atau membahayakan, bisa segera dilakukan perantingan secara swadaya melalui kerja bakti atau program Surabaya Bergerak.

“Terutama untuk yang di kampung-kampung, yang memang ada beberapa alat yang tidak masuk. Nanti bisa bantu untuk angkutannya,” ujarnya.

Dirinya berpesan kepada warga untuk selektif sebelum mengajukan permohonan perantingan pohon kepada DLH Kota Surabaya. Sebab, ada beberapa pohon yang dilaporkan kepada DLH Surabaya tidak sesuai dengan prioritas perantingan. “Jadi, jangan hanya dicek tingginya saja, tapi juga dilihat apakah pohon itu kondisinya sudah doyong, atau sudah lapuk, itu yang dicek,” katanya.

Per Januari 2024, DLH Surabaya telah melakukan perantingan sebanyak 3.884 pohon di Kota Surabaya. Sementara itu, sejak awal hingga pertengahan Februari 2024, DLH Surabaya telah melakukan perantingan sebanyak 1.489 pohon.

Tak lupa, ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika berkendara di musim hujan, kemudian terjadi angin kencang. Sebisa mungkin mencari tempat aman dan menghindari berteduh di bawah pohon besar.

“Kalau terjadi angin kencang, jangan berteduh di bawah pohon. Karena kalau berteduh kemudian terjadi pohon tumbang hingga menimpa kendaraan, kami tidak menanggung risiko itu,” pungkasnya. (irm)

Berita Terbaru

Bermula dari Mimpi, Jadi Rumah Para Talenta! Kisah Rhema Kartika Sari Bangun LS Model School Ponorogo

Bermula dari Mimpi, Jadi Rumah Para Talenta! Kisah Rhema Kartika Sari Bangun LS Model School Ponorogo

Jumat, 04 Sep 2026 21:35 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 21:35 WIB

Dari Catwalk ke Pembentukan Karakter, Rhema Kartika Sari Bangun LS Model School Sejak 2010…

KULTUR BARU GBT: Saat Lipstik Implora Nampang di Jersey Persebaya dan Rayakan Suara Bonita

KULTUR BARU GBT: Saat Lipstik Implora Nampang di Jersey Persebaya dan Rayakan Suara Bonita

Jumat, 04 Sep 2026 21:25 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 21:25 WIB

Logo Implora kini menempel megah di jersey Green Force, membawa pesan kuat bahwa perempuan punya ruang sejajar di arena bal-balan.…

Bukan Sekadar Gaya, Ghataka Radysca Buktikan Talenta Muda Ponorogo Bisa Berprestasi

Bukan Sekadar Gaya, Ghataka Radysca Buktikan Talenta Muda Ponorogo Bisa Berprestasi

Jumat, 04 Sep 2026 19:30 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 19:30 WIB

Masih 16 Tahun, Ghataka Radysca Sabet Dua Juara 1 di Dunia Modeling…

Usia 13 Tahun, Titah Wening Sabet Sejumlah Prestasi Modeling dan Jadi Duta Hijab Cilik Indonesia

Usia 13 Tahun, Titah Wening Sabet Sejumlah Prestasi Modeling dan Jadi Duta Hijab Cilik Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 16:33 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 16:33 WIB

Memiliki nama lengkap Titah Wening dan akrab disapa Wening, siswi kelas 7 SMP tersebut mulai serius mengasah potensinya melalui dunia modeling.…

Bukan Sekadar Cantik, Nasya Syakeela Sabet Segudang Prestasi dan Jadi Duta Anak Prestasi Jatim

Bukan Sekadar Cantik, Nasya Syakeela Sabet Segudang Prestasi dan Jadi Duta Anak Prestasi Jatim

Jumat, 04 Sep 2026 14:56 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 14:56 WIB

Talenta muda asal Ponorogo tersebut berhasil mencuri perhatian melalui berbagai pencapaian di dunia modeling, beauty pageant hingga seni…

Masuk Musim Ke-10, Persebaya & AZA Rilis Player Issue Jersey 26/27 "100% Made in Indonesia"

Masuk Musim Ke-10, Persebaya & AZA Rilis Player Issue Jersey 26/27 "100% Made in Indonesia"

Jumat, 04 Sep 2026 10:53 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 10:53 WIB

Secara teknologi, jersey ini dibekali Anti-UV, Anti-Odor, dan Quick Dry. Tiga fitur ini menjaga pemain tetap nyaman, terlindungi, dan cepat kering…