Dolar Perkasa, Industri Pelayaran Nasional Terjepit Biaya Operasional dan Infrastruktur

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Direktur Operasional dan Bisnis PT DLU, Rahmatika Ardianto
Direktur Operasional dan Bisnis PT DLU, Rahmatika Ardianto

i

​Surabaya,Seputarindonesia.net – Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap Rupiah mulai berdampak serius pada sektor transportasi laut nasional. PT Dharma Lautan Utama (DLU) menyebutkan bahwa kondisi ini memicu pembengkakan biaya operasional yang signifikan, mengingat 80% komponen perawatan dan suku cadang kapal sangat bergantung pada fluktuasi mata uang asing.

​Direktur Operasional dan Bisnis PT DLU, Rahmatika Ardianto, mengungkapkan bahwa kenaikan beban operasional ini terjadi di tengah tuntutan ketat terhadap pemenuhan regulasi keselamatan dan kenyamanan penumpang sesuai Undang-Undang Pelayaran serta aturan internasional.​​Menurut Rahmatika, tantangan di awal tahun 2026 ini tidak hanya datang dari kurs mata uang, tetapi juga penyesuaian Upah Minimum Regional (UMR) yang mulai berlaku per Januari.

​"Komponen di dunia pelayaran itu 80�rgantung pada dolar. Begitu dolar menguat, beban operasional kami langsung berat. Di sisi lain, ada kenaikan upah karyawan per Januari ini. Estimasi kenaikan biaya operasional untuk penumpang saja bisa mencapai 15% hingga 20%," ujar Rahmatika saat memberikan keterangan pers.

​Kenaikan ini menjadi dilema bagi perusahaan pelayaran. Pasalnya, aspek keselamatan (safety) dan kenyamanan merupakan harga mati yang diatur oleh pemerintah dan tidak boleh dikompromikan meskipun biaya perawatan membengkak.​​Menghadapi situasi ini, pihak pelayaran telah mengajukan permohonan kepada pemerintah agar memberikan stimulus nyata untuk menjaga keberlangsungan industri. Rahmatika merinci beberapa poin krusial yang diharapkan dapat dipangkas:​Pengurangan atau Penghapusan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), ​Peninjauan Jasa Sandar dan kebijakan perpajakan.​Penurunan Bunga Bank untuk sektor pelayaran yang dinilai masih cukup tinggi.

​"Kami berharap ada kebijakan pemerintah untuk mengurangi beban biaya-biaya ini agar kami tetap bisa memenuhi standar regulasi tanpa harus mengorbankan kualitas perawatan kapal," tambahnya.

​​Selain faktor biaya, efisiensi operasional terhambat oleh buruknya infrastruktur pelabuhan, terutama di luar Pulau Jawa.Rahmatika menyoroti masalah pendangkalan alur pelayaran yang sudah terjadi selama 4 hingga 5 tahun tanpa adanya pengerukan.​Kondisi ini menyebabkan fenomena ekonomi biaya tinggi. Kapal yang seharusnya bisa menyelesaikan rute pulang-pergi (PP) dalam dua hari, seringkali terhambat hingga empat hari karena harus menunggu air pasang untuk bersandar.

​"Ini sangat merugikan. Kita terjebak pasang surut. Seharusnya dalam sebulan bisa beberapa kali perjalanan, tapi terhambat alur yang dangkal. Kami mohon perhatian pemerintah terhadap infrastruktur sandar dan pengerukan alur agar operasional bisa lebih efisien," tegasnya.

​Pihak DLU menekankan bahwa bantuan pemerintah dalam bentuk efisiensi operasional sangat mendesak agar perusahaan pelayaran dapat fokus pada perawatan kapal. Hal ini berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa penumpang di laut agar tidak terabaikan akibat kendala finansial perusahaan.

Tag :

Berita Terbaru

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Rasiyo Dorong Wayang Kulit Dikemas Lebih Menarik agar Diminati Generasi Muda…

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

KAI Siapkan Gebrakan! RUU Advokat Usulkan Lembaga Nasional Independen dan Perlindungan Profesi…