Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Militer, Dua Pelajar Gresik Alami Luka Serius

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
foto : Salah satu keluarga korban melakukan hearing di ruang banmus DPRD Jatim di temui komisi C Adam Rusydi serta Toni perwakilan PKPA.
foto : Salah satu keluarga korban melakukan hearing di ruang banmus DPRD Jatim di temui komisi C Adam Rusydi serta Toni perwakilan PKPA.

i

Gresik, Seputarindonesia.net – Insiden dugaan peluru nyasar yang melukai dua pelajar terjadi di SMPN 33 Gresik saat kegiatan sosialisasi sekolah lanjutan, Rabu (17/12/2025). Dua korban masing-masing berinisial DFH (14) dan ROH (15) mengalami luka serius akibat proyektil yang diduga berasal dari latihan tembak militer.

Peristiwa tersebut terjadi ketika para siswa tengah mengikuti kegiatan di musholla sekolah. Suasana mendadak panik setelah terdengar suara benturan, disusul dua siswa yang mengalami luka. Keduanya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Berdasarkan keterangan Dewi Murniati keluarga korban saat hearing di Ruangan Banmus DPRD jatim bersama ketua komisi C, Adam Rusydi serta Toni perwakilan PKPA Selasa, 14/04/26. hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya proyektil yang bersarang di tubuh korban. Peluru tersebut kemudian berhasil dikeluarkan melalui tindakan operasi.

Dalam penanganan awal, seorang perwira yang memperkenalkan diri sebagai Sutaji disebut menemui keluarga korban. Ia menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya latihan tembak di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, yang berlangsung pada waktu yang sama dengan kejadian.

Latihan tersebut disebut melibatkan sejumlah satuan, di antaranya Zeni, Angmor, POM, dan Taifib. Pihak kesatuan, menurut keluarga, menyatakan siap menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan menjamin seluruh biaya pengobatan korban.

Namun demikian, keluarga mengaku sempat diminta untuk tidak melaporkan kejadian tersebut serta tidak menyebarluaskan informasi.

Keluarga korban juga mengungkap adanya kendala dalam proses perawatan. Operasi terhadap salah satu korban, DFH, yang dijadwalkan pukul 20.00 WIB disebut sempat tertunda akibat perdebatan terkait fasilitas kamar perawatan.

Seorang dokter yang disebut sebagai perwakilan kesatuan mempertanyakan penggunaan kamar VIP. Situasi tersebut, menurut keluarga, berdampak pada tertundanya tindakan operasi hingga beberapa jam.

Pasca operasi, keluarga mengaku kembali didatangi seorang perwira yang meminta agar proyektil yang telah dikeluarkan diserahkan kepada pihak kesatuan. Permintaan itu ditolak karena dianggap sebagai barang bukti yang seharusnya diamankan melalui mekanisme hukum.

“Kami keberatan karena itu barang bukti. Tapi justru kami mendapat tekanan dengan nada tinggi,” ujar Dewi Murniati.

Upaya mediasi antara keluarga korban dan pihak kesatuan telah dilakukan pada Januari 2026. Namun keluarga menilai tidak ada kejelasan terkait tanggung jawab jangka panjang, termasuk pemulihan fisik dan psikologis korban.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga mengajukan sejumlah poin, mulai dari evaluasi lokasi latihan tembak hingga jaminan masa depan anak. Namun, menurut mereka, tidak ada jawaban konkret dari pihak terkait.

“Yang kami dapat justru pernyataan yang menyakitkan, seolah-olah persoalan ini soal uang,” ungkap perwakilan keluarga.

Merasa tidak mendapatkan kepastian, keluarga akhirnya melaporkan kasus ini ke Polisi Militer Koarmada V Surabaya pada 5 Februari 2026.

Namun dalam proses pengaduan, keluarga kembali mengaku mendapat perlakuan yang dinilai tidak empatik. Mereka menyebut adanya pertanyaan yang menyinggung kondisi psikologis korban serta proses administrasi yang memakan waktu hampir seharian.

Dalam mediasi lanjutan pada Februari 2026, keluarga mengajukan enam poin kesepakatan, termasuk permintaan maaf resmi, tanggung jawab penuh atas biaya medis dan pemulihan psikologis, serta jaminan masa depan korban.

Namun, menurut keluarga, pihak kesatuan justru mengajukan draft perjanjian berbeda. Salah satu poinnya meminta orang tua korban untuk menyampaikan permohonan maaf kepada pejabat militer serta membuat video klarifikasi, Permintaan tersebut ditolak keras oleh keluarga.

“Kami tidak bisa menerima jika korban justru diminta meminta maaf,” tegas pihak keluarga.

Pada April 2026, pihak kesatuan kembali menawarkan santunan kepada keluarga korban. Namun tawaran tersebut ditolak.

Orang tua korban, Dewi Murniati, menegaskan bahwa keluarga tidak sekadar membutuhkan bantuan dana, melainkan komitmen menyeluruh terhadap pemulihan anak, baik secara fisik maupun psikologis, termasuk kemungkinan operasi lanjutan.

“Kami tidak ingin kejadian ini dipelintir. Yang utama adalah masa depan anak kami,” ujarnya.

Berita Terbaru

Polisi Dalami Kematian Anak Down Syndrome di Surabaya, Dua Bocah Tetangga Diperiksa

Polisi Dalami Kematian Anak Down Syndrome di Surabaya, Dua Bocah Tetangga Diperiksa

Minggu, 18 Okt 2026 19:27 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 19:27 WIB

Tragedi di Rungkut! Bocah Down Syndrome Tewas, Polisi Periksa Dua Anak Tetangga…

Kapolri dan Para Kiai Sepuh Berkumpul di Tebuireng, Ziarah ke Makam Gus Dur Jadi Momentum Silaturahmi

Kapolri dan Para Kiai Sepuh Berkumpul di Tebuireng, Ziarah ke Makam Gus Dur Jadi Momentum Silaturahmi

Minggu, 18 Okt 2026 17:12 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:12 WIB

Dari Gus Kikin hingga Kiai Sepuh Kediri, Ini Momen Silaturahmi Kapolri di Tebuireng…

Usai Ditangkap Kasus Sabu, Ronzah Adenin Eks Cak Surabaya 2019 Disorot, Perempuan Mengaku Dimanfaatkan karena Utang

Usai Ditangkap Kasus Sabu, Ronzah Adenin Eks Cak Surabaya 2019 Disorot, Perempuan Mengaku Dimanfaatkan karena Utang

Sabtu, 17 Okt 2026 16:50 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 16:50 WIB

Eks Cak Surabaya 2019 Ronzah Adenin Ditangkap Kasus Sabu, Kini Muncul Pengakuan Perempuan soal Dugaan Pelecehan Berkedok Utang…

Pernah Jadi Duta Lalu Lintas, Ronzah Adenin Ditangkap Polisi Terkait Dugaan Kepemilikan Sabu

Pernah Jadi Duta Lalu Lintas, Ronzah Adenin Ditangkap Polisi Terkait Dugaan Kepemilikan Sabu

Sabtu, 17 Okt 2026 08:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 08:47 WIB

Kasat Narkoba Tanjung Perak Benarkan Penangkapan Alumni Cak dan Ning 2019, Satu Poket Sabu Diamankan…

Midea Perkuat Pasar Surabaya, Kenalkan Inovasi AI SMART MASTER Lewat Kampanye #JujurSebagusItu

Midea Perkuat Pasar Surabaya, Kenalkan Inovasi AI SMART MASTER Lewat Kampanye #JujurSebagusItu

Jumat, 16 Okt 2026 22:05 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 22:05 WIB

Midea Bidik Pasar Jawa Timur, Andalkan Teknologi Pintar dan Layanan Purna Jual…

Diduga Terseret Kasus Narkoba, Alumni Cak dan Ning 2019 Jadi Sorotan, Salah satu Anggota Buka Suara

Diduga Terseret Kasus Narkoba, Alumni Cak dan Ning 2019 Jadi Sorotan, Salah satu Anggota Buka Suara

Jumat, 16 Okt 2026 19:56 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 19:56 WIB

Polres Tanjung Perak Dikabarkan Tangani Kasus Narkoba yang Seret Alumni Cak dan Ning 2019…