Beredar Kronologi Sadis Penganiayaan Thomas, Polisi Dalami Kebenaran Pesan Viral yang Menggemparkan Surabaya

author Bcl

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
bukti chat kronologi penganiayaan thomas
bukti chat kronologi penganiayaan thomas

i

SURABAYA, Seputarindonesia.net – Kasus kematian Thomas Julianus Kristianto (19) yang diduga menjadi korban pengeroyokan di Surabaya terus menyita perhatian publik. Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, beredar luas tangkapan layar percakapan yang mengungkap dugaan kronologi penganiayaan terhadap korban sebelum akhirnya meninggal dunia. 

Dalam pesan yang viral di media sosial dan aplikasi perpesanan, disebutkan bahwa Thomas sempat mendapat pembelaan dari salah satu rekannya saat terjadi cekcok dengan sejumlah pemuda. Namun situasi disebut berubah menjadi aksi kekerasan yang berujung pada penganiayaan terhadap korban.

Menurut isi percakapan tersebut, Thomas diduga mengalami pemukulan hingga terjatuh. Korban dikabarkan mengalami luka serius dengan darah keluar dari bagian hidung dan mulut. Pesan itu juga menyebut korban sempat meminta pertolongan kepada warga sekitar, namun kemudian kembali dikejar oleh beberapa orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Menurut R, teman sekolah korban yang mengaku mengetahui isi percakapan yang kini beredar luas di sejumlah grup WhatsApp, kronologi tersebut berasal dari informasi yang berkembang di lingkungan pertemanan korban dan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian.

“Informasi yang beredar di grup menyebutkan kalau saat itu Thomas sempat dibela oleh salah satu temannya ketika terjadi keributan. Setelah itu situasi memanas dan korban diduga mengalami pemukulan hingga terjatuh,” ujar R kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

R menjelaskan, berdasarkan cerita yang beredar di grup, korban sempat berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan kepada warga sekitar. Namun, korban disebut kembali dikejar oleh beberapa orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

“Dari cerita yang beredar, Thomas sempat lari meminta bantuan warga. Setelah itu korban ditemukan dalam kondisi terluka dan mengeluarkan darah dari hidung maupun mulut,” katanya.

Lebih lanjut, R mengungkapkan bahwa dalam percakapan tersebut juga muncul dugaan adanya upaya menutupi penyebab luka yang dialami korban. Bahkan keluarga disebut sempat menerima informasi bahwa Thomas mengalami kecelakaan.

“Di grup ramai dibahas kalau awalnya ada yang menyampaikan ke keluarga bahwa Thomas mengalami kecelakaan. Karena itu banyak teman-teman yang mempertanyakan apa sebenarnya yang terjadi malam itu,” ungkapnya.

Meski demikian, R menegaskan bahwa dirinya tidak berada di lokasi kejadian dan hanya menyampaikan informasi yang berkembang di kalangan teman-teman korban. Ia berharap seluruh fakta dapat dibuka secara terang oleh aparat kepolisian.

“Saya hanya menyampaikan apa yang beredar dan dibicarakan teman-teman. Untuk kebenarannya tentu kami menunggu hasil penyelidikan polisi. Harapan kami, kasus ini diusut tuntas agar keluarga korban mendapatkan keadilan,” pungkasnya.

Hingga kini, kebenaran seluruh isi percakapan yang beredar tersebut masih belum dapat dipastikan dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian. Informasi tersebut masih sebatas narasi yang beredar di masyarakat dan memerlukan pembuktian melalui proses penyidikan.

Sementara itu, aparat kepolisian telah mengamankan empat terduga pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan Thomas. Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif, peran masing-masing pelaku, serta kronologi pasti kejadian. 

Kasus ini sebelumnya diduga berawal dari perselisihan yang berkaitan dengan persoalan sandal milik salah satu terduga pelaku. Namun penyidik belum memberikan keterangan resmi mengenai apakah persoalan tersebut menjadi pemicu utama terjadinya aksi kekerasan yang berujung maut. 

Thomas diketahui sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soetomo Surabaya akibat luka berat yang dideritanya. Setelah menjalani tindakan medis dan operasi, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (4/6/2026) dini hari. 

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan keadilan bagi korban. Sementara masyarakat kini menantikan hasil penyelidikan resmi untuk memastikan fakta sebenarnya di balik kronologi yang beredar luas di media sosial. 

Tag :

Berita Terbaru

Residivis Narkoba Asal Banyu Urip Kembali Diciduk, Polisi Sita Hampir 100 Gram Sabu dan 10 Butir Ekstasi

Residivis Narkoba Asal Banyu Urip Kembali Diciduk, Polisi Sita Hampir 100 Gram Sabu dan 10 Butir Ekstasi

Minggu, 19 Jul 2026 13:22 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 13:22 WIB

Residivis Narkoba Asal Banyu Urip Kembali Diciduk, Polisi Sita Hampir 100 Gram Sabu dan 10 Butir Ekstasi…

Empat Bulan Berlalu, Penanganan Kasus Kematian Nisarofatin di Lumajang Masih Tahap Penyelidikan

Empat Bulan Berlalu, Penanganan Kasus Kematian Nisarofatin di Lumajang Masih Tahap Penyelidikan

Minggu, 19 Jul 2026 13:18 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 13:18 WIB

Empat Bulan Berlalu, Penanganan Kasus Kematian Nisarofatin di Lumajang Masih Tahap Penyelidikan…

Midea Resmikan AC Pro Shop Kelima di Surabaya, Perkuat Layanan dan Penjualan Bersama UFO Elektronika

Midea Resmikan AC Pro Shop Kelima di Surabaya, Perkuat Layanan dan Penjualan Bersama UFO Elektronika

Jumat, 17 Jul 2026 16:26 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 16:26 WIB

Midea Resmikan AC Pro Shop Kelima di Surabaya, Perkuat Layanan dan Penjualan Bersama UFO Elektronika…

Residivis Kembali Edarkan Sabu, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Modus Ranjau di Surabaya

Residivis Kembali Edarkan Sabu, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Modus Ranjau di Surabaya

Selasa, 14 Jul 2026 18:08 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 18:08 WIB

Residivis Kembali Edarkan Sabu, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Modus Ranjau di Surabaya…

Kasus Arisan Bodong Rp8 Miliar Mandek, Korban Desak Polrestabes Surabaya Segera Tahan Terlapor

Kasus Arisan Bodong Rp8 Miliar Mandek, Korban Desak Polrestabes Surabaya Segera Tahan Terlapor

Selasa, 14 Jul 2026 15:46 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 15:46 WIB

Kasus Arisan Bodong Rp8 Miliar Mandek, Korban Desak Polrestabes Surabaya Segera Tahan Terlapor…

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bantah Isu Dua Tersangka Narkoba Dibebaskan dan Tuduhan Uang Rp70 Juta

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bantah Isu Dua Tersangka Narkoba Dibebaskan dan Tuduhan Uang Rp70 Juta

Minggu, 12 Jul 2026 13:43 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 13:43 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bantah Isu Dua Tersangka Narkoba Dibebaskan dan Tuduhan Uang Rp70 Juta…