Lulusan SMA di Surabaya Meninggal Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Kakek Korban Harap Keadilan

author Bcl

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYA, Seputarindonesia.net – Duka mendalam menyelimuti keluarga Thomas Julianus Kristianto (19), pemuda yang baru saja menuntaskan pendidikan tingkat SMA. Thomas meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan yang melibatkan sejumlah oknum perguruan silat di Surabaya.

Kepergian Thomas menyisakan kesedihan mendalam bagi sang kakek, Margono (88), yang selama ini merawat dan membesarkan cucunya sejak kedua orang tua korban meninggal dunia ketika Thomas masih duduk di bangku SMP.

Saat ditemui di rumah duka, Kamis (4/6/2026), Margono mengenang momen terakhir sebelum cucunya pergi untuk selamanya. Menurutnya, malam itu Thomas hanya berpamitan untuk keluar rumah bersama seorang teman.

“Dia pamit mau keluar sebentar. Tapi sampai lama tidak pulang. Tidak lama kemudian, temannya datang memberi kabar kalau Thomas berada di dokter Danu,” ujar Margono.

Mendapat kabar tersebut, keluarga langsung menuju lokasi tempat korban mendapatkan perawatan awal. Namun saat tiba, kondisi Thomas sudah tidak sadarkan diri dan mengalami luka serius di bagian kepala.

“Sudah tidak sadar. Darah keluar dari kepalanya,” kenang Margono dengan mata berkaca-kaca.

Karena fasilitas kesehatan tempat korban pertama kali ditangani merupakan rumah sakit bersalin, keluarga kemudian berupaya mencari rujukan agar Thomas bisa memperoleh penanganan medis yang lebih lengkap.

Setelah sempat mengalami kendala mendapatkan ambulans, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan intensif. Namun, meski telah mendapat tindakan medis dan operasi, nyawa Thomas tidak dapat diselamatkan.

“Setelah operasi, pagi sekitar pukul 05.00 WIB, Thomas dinyatakan meninggal dunia,” tutur Margono.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut terjadi di kawasan belakang SMA Negeri 11 Surabaya, sekolah tempat Thomas menempuh pendidikan.

“Kabarnya kejadian di belakang SMA 11, dekat warung di sekitar situ,” katanya.

Meski mendengar informasi bahwa cucunya diduga menjadi korban pemukulan oleh sejumlah orang, pihak keluarga masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian untuk mengetahui kronologi dan pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Saat ini, jenazah Thomas masih menjalani proses autopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya. Sementara itu, aparat kepolisian disebut telah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta di balik kasus tersebut.

Bagi Margono, kehilangan Thomas merupakan pukulan berat. Selama bertahun-tahun, ia menjadi satu-satunya keluarga yang mendampingi dan membesarkan korban hingga lulus SMA.

Di mata sang kakek, Thomas dikenal sebagai pribadi yang baik, rajin beribadah, serta memiliki prestasi akademik yang terus menunjukkan peningkatan. Bahkan, sebelum kejadian tragis itu terjadi, Thomas baru saja menyelesaikan pendidikan SMA dan tengah menunggu jadwal pengambilan ijazah kelulusannya.

“Anaknya baik, sekolahnya juga bagus, rajin ke gereja,” ungkap Margono.

Kini, di usia yang telah menginjak 88 tahun, Margono hanya berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus yang merenggut nyawa cucunya.

“Kami hanya ingin keadilan,” ucapnya lirih.

Berita Terbaru

Residivis Narkoba Asal Banyu Urip Kembali Diciduk, Polisi Sita Hampir 100 Gram Sabu dan 10 Butir Ekstasi

Residivis Narkoba Asal Banyu Urip Kembali Diciduk, Polisi Sita Hampir 100 Gram Sabu dan 10 Butir Ekstasi

Minggu, 19 Jul 2026 13:22 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 13:22 WIB

Residivis Narkoba Asal Banyu Urip Kembali Diciduk, Polisi Sita Hampir 100 Gram Sabu dan 10 Butir Ekstasi…

Empat Bulan Berlalu, Penanganan Kasus Kematian Nisarofatin di Lumajang Masih Tahap Penyelidikan

Empat Bulan Berlalu, Penanganan Kasus Kematian Nisarofatin di Lumajang Masih Tahap Penyelidikan

Minggu, 19 Jul 2026 13:18 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 13:18 WIB

Empat Bulan Berlalu, Penanganan Kasus Kematian Nisarofatin di Lumajang Masih Tahap Penyelidikan…

Midea Resmikan AC Pro Shop Kelima di Surabaya, Perkuat Layanan dan Penjualan Bersama UFO Elektronika

Midea Resmikan AC Pro Shop Kelima di Surabaya, Perkuat Layanan dan Penjualan Bersama UFO Elektronika

Jumat, 17 Jul 2026 16:26 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 16:26 WIB

Midea Resmikan AC Pro Shop Kelima di Surabaya, Perkuat Layanan dan Penjualan Bersama UFO Elektronika…

Residivis Kembali Edarkan Sabu, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Modus Ranjau di Surabaya

Residivis Kembali Edarkan Sabu, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Modus Ranjau di Surabaya

Selasa, 14 Jul 2026 18:08 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 18:08 WIB

Residivis Kembali Edarkan Sabu, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Modus Ranjau di Surabaya…

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bantah Isu Dua Tersangka Narkoba Dibebaskan dan Tuduhan Uang Rp70 Juta

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bantah Isu Dua Tersangka Narkoba Dibebaskan dan Tuduhan Uang Rp70 Juta

Minggu, 12 Jul 2026 13:43 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 13:43 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bantah Isu Dua Tersangka Narkoba Dibebaskan dan Tuduhan Uang Rp70 Juta…

Permintaan Penghapusan Konten Menyasar Produk Jurnalistik Dinilai Tidak Boleh Dilakukan Sembarangan

Permintaan Penghapusan Konten Menyasar Produk Jurnalistik Dinilai Tidak Boleh Dilakukan Sembarangan

Jumat, 10 Jul 2026 19:35 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:35 WIB

SURABAYA – Upaya menjaga reputasi digital semakin marak dilakukan di tengah mudahnya informasi ditemukan melalui mesin pencari. Namun, permintaan penghapusan k…