SURABAYA, Seputarindonesia.net – Pameran industri makanan dan minuman berskala internasional, Food Indonesia 2026, resmi dibuka di Grand City Convex Surabaya, Kamis (18/6/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-16, ajang ini kembali menjadi sarana strategis bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan bisnis, sekaligus menjajaki peluang pasar baru di tingkat nasional maupun global.
Direktur Krista Exhibitions, Daud Salim, mengatakan Food Indonesia telah berkembang menjadi salah satu agenda bisnis penting yang mempertemukan berbagai pelaku industri makanan dan minuman dalam satu platform.
“Selama lebih dari satu dekade, Food Indonesia tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga ruang kolaborasi yang menghubungkan pelaku usaha dari sektor bahan baku, pengolahan, distribusi, pengemasan hingga industri perhotelan, restoran, dan katering,” ujarnya saat pembukaan pameran.
Daud menjelaskan, terdapat perbedaan pada penyelenggaraan tahun ini. Pameran industri kemasan yang sebelumnya digelar bersamaan dengan Food Indonesia kini diselenggarakan secara terpisah melalui agenda Allpack Surabaya 2026yang dijadwalkan berlangsung pada 1–4 Juli mendatang di lokasi yang sama.
Menurutnya, Food Indonesia 2026 merupakan bagian dari rangkaian pameran industri makanan dan minuman yang digelar Krista Exhibitions di sejumlah kota besar Indonesia. Setelah sukses digelar di Yogyakarta dan Surabaya, agenda berikutnya akan berlangsung di Bali melalui Interfood Bali pada September 2026 sebelum ditutup dengan pameran nasional berskala besar di Tangerang.
Sebanyak 180 peserta pameran ambil bagian dalam kegiatan tahun ini, termasuk sekitar 30 pelaku UMKM dari Jawa Timur dan berbagai daerah lainnya. Penyelenggara menargetkan lebih dari 20 ribu pengunjung selama empat hari pelaksanaan pameran.
Beragam kegiatan pendukung turut disuguhkan untuk menarik minat pengunjung dan pelaku industri, mulai dari kompetisi kuliner, kelas memasak bersama chef internasional, workshop kopi dan barista, pelatihan bakery dan gelato, hingga berbagai demonstrasi kuliner yang menghadirkan praktisi profesional.
Selain itu, program Hosted Buyer kembali dihadirkan untuk mempertemukan peserta pameran dengan calon pembeli potensial dari dalam maupun luar negeri guna membuka peluang transaksi dan kerja sama bisnis yang lebih luas.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, menyebut sektor makanan dan minuman masih menjadi salah satu industri yang mampu bertahan dan tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Industri makanan dan minuman masih mencatatkan kinerja yang cukup baik. Pertumbuhan pada triwulan pertama tahun 2026 bahkan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, menunjukkan sektor ini tetap menjadi motor penting perekonomian,” katanya.
Adhi menilai tantangan global yang semakin kompleks justru menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk memperkuat inovasi, efisiensi, dan kolaborasi.
“Pameran seperti Food Indonesia memberikan kesempatan bagi pelaku industri untuk saling bertukar informasi, mengenal perkembangan teknologi terbaru, sekaligus membangun kemitraan yang dapat meningkatkan daya saing usaha,” ujarnya.
Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Dr. Endy Alim Abdi Nusa, menegaskan bahwa penyelenggaraan Food Indonesia 2026 memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan sektor industri pangan.
Menurutnya, Jawa Timur masih menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Pulau Jawa. Kondisi tersebut didukung kuat oleh sektor industri pengolahan, terutama makanan dan minuman yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
“Jawa Timur memiliki sumber daya pangan yang sangat melimpah, mulai dari komoditas pertanian, peternakan hingga perikanan. Potensi tersebut harus terus didorong agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar melalui pengembangan industri pengolahan,” jelas Endy.
Ia menambahkan, pameran ini menjadi wadah yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri, UMKM, investor, distributor, asosiasi hingga mitra internasional dalam satu ekosistem bisnis yang terintegrasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan apresiasi kepada penyelenggara yang secara konsisten melibatkan UMKM dalam pameran berskala internasional tersebut.
“Kami berharap pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan kesempatan promosi, tetapi juga mampu menjalin kemitraan strategis, memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, bahkan menembus pasar ekspor,” tegasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan investor, Food Indonesia 2026 diharapkan mampu melahirkan berbagai peluang kerja sama baru, mendorong investasi, serta memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan industri makanan dan minuman di kawasan Indonesia Timur.
Editor : Bcl