SURABAYA, SeputarIndonesia.net – PT Dharma Lautan Utama (DLU) melalui Cabang Tanjung Perak terus memperkuat komitmennya terhadap keselamatan transportasi laut. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi terkait penanganan Muatan Berbahaya atau International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code kepada puluhan mitra usaha ekspedisi di Surabaya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai perusahaan ekspedisi. Sosialisasi ini menjadi langkah DLU untuk meningkatkan pemahaman seluruh pihak terkait pentingnya deklarasi dan penanganan muatan berbahaya sebelum diangkut menggunakan kapal.
Direktur Operasi dan Usaha PT DLU, Rakhmatika Ardianto, S.T., mengatakan keselamatan pelayaran harus menjadi perhatian bersama. Sebab, muatan berbahaya yang tidak dilaporkan sesuai kondisi sebenarnya atau tidak ditangani berdasarkan prosedur dapat menimbulkan risiko serius selama perjalanan laut.
“DLU memandang bahwa keselamatan pelayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan pelayaran. Terdapat empat unsur utama yang terlibat langsung dalam membangun rantai keselamatan, yaitu regulator atau pemerintah, fasilitator pelabuhan, operator pelayaran, serta konsumen atau pengguna jasa,” ujar Rakhmatika, Rabu (26/8/2026).
Ia menjelaskan, barang berbahaya yang tidak dideklarasikan dengan benar, tidak dilengkapi dokumen sesuai ketentuan, maupun tidak mendapatkan perlakuan khusus berpotensi memicu berbagai kejadian, mulai dari kebakaran, ledakan, pencemaran lingkungan hingga gangguan terhadap keselamatan pelayaran.
Menurutnya, perusahaan ekspedisi memiliki peran penting sebagai bagian dari mata rantai transportasi. Pencegahan risiko harus dilakukan sejak awal, bahkan sebelum kendaraan maupun barang masuk ke area pelabuhan dan dimuat ke atas kapal.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai jenis dan klasifikasi barang berbahaya, tata cara penyampaian informasi muatan, kelengkapan dokumen dan perizinan, hingga prosedur penanganan khusus berdasarkan karakteristik masing-masing barang.
Materi disampaikan oleh tenaga pengajar dari Politeknik Pelayaran Surabaya yang memiliki kompetensi di bidang keselamatan pelayaran dan pengangkutan barang berbahaya melalui jalur laut.
“DLU berharap para mitra ekspedisi semakin memahami bahwa setiap barang yang diangkut memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Keterbukaan dalam mendeklarasikan muatan, kelengkapan dokumen, serta kepatuhan terhadap ketentuan pemuatan menjadi langkah penting untuk melindungi penumpang, awak kapal, kendaraan, barang, kapal, dan lingkungan laut,” tambahnya.
DLU juga memastikan kegiatan edukasi tersebut tidak berhenti di Surabaya. Program sosialisasi IMDG Code akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan bertahap di sejumlah wilayah operasional perusahaan.
Setelah digelar di Tanjung Perak, Surabaya, kegiatan serupa direncanakan menyasar mitra usaha di Cabang Semarang serta cabang-cabang DLU lainnya.
Melalui sosialisasi yang lebih luas, DLU berharap kesadaran mengenai keselamatan dapat tumbuh di seluruh rantai proses pengangkutan barang, mulai dari tahap persiapan, pengemasan, pendokumentasian, hingga pemuatan ke kapal.
Bagi DLU, penerapan ketentuan IMDG Code bukan hanya persoalan memenuhi regulasi. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan upaya membangun budaya keselamatan bersama di sektor transportasi laut.
Dengan keterbukaan informasi, kepatuhan terhadap aturan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, risiko kecelakaan akibat muatan berbahaya diharapkan dapat diminimalkan dan keselamatan pelayaran dapat terus terjaga.
Editor : Bcl