Tampang Sangar Satpam Cafe Phoenix yang Pukul Pengunjung Wanita

seputarindonesia.net
Pelaku penganiayaan di Polsek Tambaksari Surabaya

SURABAYA-Aksi pemukulan di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran pada Jumat, 22 Juli 2022 sekira jam 02.30 WIB, diungkap orlh Reskrim Polsek Tambaksari. Lebih-lebih korban pemukulan itu adalah seorang wanita.

Diduga pelaku yang berhasil diamankan bernama, Syaifurrochman Aziiz (29) asal Jalan Petukangan Baru No. 22 Surabaya.

Baca juga: Beredar Kronologi Sadis Penganiayaan Thomas, Polisi Dalami Kebenaran Pesan Viral yang Menggemparkan Surabaya

Pelaku yang seorang petugas keamanan (Satpam) itu melakukan penganiayaan memukul / menampar dengan menggunakan tangan kosong yang mengenai dibagian pipi kiri korban.

Anggota Reskrim yang mendapatkan informasih tindak pidana penganiayaan kemudian melakukan penyelidikan.

Dipimpin oleh Kanit Resktim IPTU Agus Suprayogi, penyelidikannya membuahkan hasil pada Kamis 25 Agustus 2022 sekira pukul 19.10 Wib bertempat di Jalan Gunungsari Surabaya Aziz berhasil ditangkap.

Baca juga: Lulusan SMA di Surabaya Meninggal Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Kakek Korban Harap Keadilan

"Usai dibekuk dalam dugaan perkara penganiyaan, selanjutnya melakukan ingterogasi pelaku mengakui sewaktu bekerja sebagai Satpam yang di perbantukan jaga di Café Phoenix telah melakukan penganiyaan," jelas Yogi mewakili Kapolsek Kompol Ari Bayuaji, Rabu (21/9/2022).

Penamparan itu sendiri lanjut Yogi, menimpa pengunjung seorang perempuan bernama DNSA yang dilakukan Aziz dengan tangan kosong mengenai pada bagian pipi sebelah kirinya.

Saat ini, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diamankan di Polsek Tambaksari untuk dilakukan proses penyidikan.

Baca juga: Tersangka Otak Penyekapan Satu Keluarga asal Jombang Ternyata Wanita

Sementara, pelaku dalam penyelidikan mengakui aksi yang dilakukannya. Sementara korbannya yang merupakan tamu yang saat berada dilokasi itu ditawar oleh diduga pelalu dengan harga ratusan ribu. Merasa tersinggung akhirnya cek-cok lalu pemukulan tersebut terjadi.

"Karena merasa tak terima korban akhirnya marah dan terjadilah cekcok hingga pelaku melakukan pengayaan berupa penamparan tersebut," pungkas Kanit Reskrim.(*)

Editor : admin

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru