Guru Madrasah Ibtidaiyah Jadi Tersangka Pencabulan

seputarindonesia.net
Guru Madrasah Ibtidaiyah Jadi Tersangka Pencabulan

SURABAYA- Usai mendapat laporan kasus pencabulan yang dialami murid Sekolah Dasar Madrasah Ibtidaiyah di wilayah Kecamatan Tambaksari, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya bergerak cepat.

Baca juga: Hakim PN Surabaya Tolak Praperadilan Terdakwa Kasus Sabu, Penangkapan Polrestabes Dinilai Sah Sesuai Prosedur

Hasilnya, Polisi menetapkan oknum guru AR (38) warga Surabaya sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap murid.

AR jadi tersangka, setelah petugas memeriksa tujuh saksi korban. Tiga saksi lain salah satunya dari kepala sekolah SD tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan melalui Kasatreskrim AKBP Mirzal Maulana mengungkapkan, penetapan tersangka terhadap AR setelah melakukan penyelidikan dan meminta keterangan tujuh saksi korban serta tiga saksi lainnya.

Dalam proses penyelipdikan dan melakukan gelar perkara, akhirnya AR oknum guru yang diduga mencabuli siswinya ini ditetapkan tersangka.

Baca juga: Residivis Narkoba Asal Banyu Urip Kembali Diciduk, Polisi Sita Hampir 100 Gram Sabu dan 10 Butir Ekstasi

"Kami tetapkan AR sebagai tersangka, setelah beberapa bukti, kata AKBP Mirzal, Jumat (24/2/2023).

AKBP Mirzal menambahkan, Saat ini penyidikan terhadap tersangka masih di lakukan dengan tujuh saksi korban hingga saat ini.

Pencabulan yang dilakukan tersangka AR ini terjadi di sekolahan. Tersangka bermodus membuat kuis untuk muridnya. Kuis ini kemudian membuat satu persatu murid dianggap benar dan lolos.

Baca juga: AKBP Edy Herwiyanto Antar Satreskrim Polrestabes Surabaya Raih Enam Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80

Hingga menyisakan dua orang yang salah satunya korban yang melapor bersama orang tuanya. Setelah menyisakan dua murid, tersangka mengajak ke gudang sekolah dan berkilah akan memberikan pelajaran indra perasa.

"Mata korban ditutup menggunakan hasduk, sementara tangannya terikat. Selanjutnya tersangka menyodorkan alat vitalnya ke korban. Aksi ini diketahui salah satu murid yang matanya tidak tertutup penuh saat itu," pungkasnya.(*)

Editor : admin

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru