Polrestabes Surabaya Tuntaskan 119 Persen Kasus, Curanmor dan Narkoba Jadi Atensi

seputarindonesia.net

Surabaya,Seputarindonesia.net – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menggelar konferensi pers akhir tahun untuk memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025. Di bawah kepemimpinan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., korps bhayangkara ini mencatatkan efektivitas penyelesaian perkara yang melampaui target, yakni mencapai 119 persen. ​Kegiatan yang berlangsung di Gedung Braha Daksa, Rabu (31/12/2025) pukul 15.00 WIB ini, dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) mulai dari Kasatreskrim, Kasatnarkoba, Kasatlantas, hingga Kasi Humas.​Efektivitas Penegakan Hukum: Tuntaskan Tunggakan Perkara​Dalam laporannya, Kombes Pol Luthfie menyampaikan bahwa meskipun gangguan kamtibmas secara konvensional naik 9 persen, kemampuan kepolisian dalam menyelesaikan perkara justru meningkat.

​"Secara keseluruhan, tingkat penyelesaian kasus mencapai 119 persen. Ini artinya kami tidak hanya fokus pada kasus baru, tetapi juga berhasil menuntaskan tunggakan perkara dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Luthfie di hadapan awak media.

Baca juga: Pengedar Sabu di Surabaya Sembunyikan Narkoba dalam Bohlam Lampu, Satresnarkoba Polrestabes Tangkap Dua Pelaku

​Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tetap menjadi perhatian serius (atensi) publik. Tercatat ada peningkatan 10 persen dengan total sekitar 600 kejadian sepanjang 2025. ​Polrestabes Surabaya bertindak tegas dengan meringkus 472 tersangka yang kini telah diproses hukum. Mirisnya, mayoritas pelaku merupakan residivis.

​"Sebagian besar adalah wajah lama yang kembali beraksi setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan. Curanmor tetap menjadi fokus utama kami di tahun 2026," tegas Kapolrestabes.

​Kabar baik bagi warga, kendaraan hasil sitaan akan segera diumumkan untuk diserahkan kembali kepada pemilik sah secara gratis dengan membawa dokumen resmi.​​Di bidang narkotika, polisi mengungkap 724 kasus dengan 940 tersangka. Barang bukti yang diamankan cukup fantastis:​Sabu: >93 kilogram​Ganja: >11 kilogram​Ekstasi: Ribuan butir​Obat Terlarang: Ratusan ribu butir​Meski menindak tegas bandar, kepolisian tetap mengedepankan pendekatan humanis bagi pengguna di bawah ambang batas melalui mekanisme rehabilitasi. Luthfie juga memberi peringatan dini terkait munculnya narkoba jenis baru bernama "Atom" (cairan vape mengandung narkotika).

Baca juga: Residivis Narkoba Asal Banyu Urip Kembali Diciduk, Polisi Sita Hampir 100 Gram Sabu dan 10 Butir Ekstasi

​Sektor lalu lintas mencatat anomali positif. Walaupun jumlah kecelakaan naik 18 persen, angka fatalitas atau korban meninggal dunia justru menurun dari 182 orang (2024) menjadi 180 orang (2025). Satlantas tercatat melakukan lebih dari 1.500 tindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.

​Keamanan kota relatif terkendali dengan suksesnya pengamanan 678 aksi unjuk rasa dan 1.994 kegiatan masyarakat. Polrestabes Surabaya juga berhasil memitigasi 583 rencana aksi melalui komunikasi persuasif.​Secara khusus, Kapolrestabes memberikan apresiasi kepada suporter Persebaya. "Kami sangat mengapresiasi kedewasaan rekan-rekan Bonek. Sebanyak 55 laga sepak bola di Surabaya berlangsung aman dan kondusif berkat kerja sama semua pihak," tambahnya.​​Menutup tahun, Polrestabes Surabaya akan terus mengandalkan program unggulan seperti Patroli 97 Suroboyo, Bersinar, dan Hobiro Menyala untuk menyisir kejahatan jalanan dan balap liar.

Baca juga: Residivis Kembali Edarkan Sabu, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Modus Ranjau di Surabaya

​Kombes Pol Luthfie menekankan transparansi pelayanan publik. Ia menghimbau warga untuk mengurus tilang maupun pengambilan kendaraan secara mandiri tanpa perantara.

​"Terima kasih atas sinergi rekan-rekan media sebagai mitra strategis. Kami mohon doa agar tahun 2026 Surabaya tetap aman, tertib, dan kondusif," pungkasnya.

Editor : Bcl

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru