SURABAYA,Seputarindonesia.net – Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi catatan membanggakan bagi jajaran Satreskrim Polrestabes Surabaya. Di bawah kepemimpinan AKBP Dr. Edy Herwiyanto, S.H., M.H., M.Kn., satuan reserse tersebut sukses mencatat sederet prestasi dalam pengungkapan kasus-kasus besar, mulai dari kejahatan jalanan, pembunuhan, hingga tindak pidana lintas negara yang menyita perhatian publik.
Atas berbagai keberhasilan tersebut, Satreskrim Polrestabes Surabaya menerima enam penghargaan dari Kapolrestabes Surabaya. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, profesionalisme, serta kinerja penyidik dalam mengungkap berbagai perkara strategis yang berdampak luas terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Salah satu capaian paling menonjol adalah keberhasilan membongkar jaringan skimming internasional yang melibatkan puluhan warga negara asing. Kasus tersebut menjadi perhatian karena memiliki tingkat kesulitan tinggi dengan korban mencapai ribuan orang di luar negeri.
Melalui penyelidikan yang intensif, pemanfaatan teknologi digital forensik, serta koordinasi dengan aparat penegak hukum Jepang dan Tiongkok, penyidik berhasil mengungkap jaringan pelaku yang diduga beroperasi secara lintas negara.
AKBP Edy Herwiyanto mengatakan pengungkapan perkara tersebut merupakan bukti bahwa kemampuan penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya terus berkembang dalam menghadapi modus kejahatan modern yang semakin kompleks.
“Kasus ini memiliki dimensi internasional sehingga membutuhkan koordinasi dengan aparat penegak hukum di negara lain. Penanganannya masih terus kami kembangkan untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat,” ujarnya.
Selain kejahatan transnasional, Satreskrim Polrestabes Surabaya juga menunjukkan respons cepat dalam menangani berbagai tindak pidana yang menjadi perhatian masyarakat.
Kasus pembunuhan terhadap seorang petugas keamanan di kawasan Darmo Satelit berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 24 jam. Tak lama berselang, penyidik juga berhasil mengungkap perkara pembunuhan di wilayah Simokerto serta kasus penjambretan yang menyebabkan seorang aparatur sipil negara (ASN) meninggal dunia.
Kecepatan pengungkapan sejumlah perkara tersebut dinilai sebagai hasil dari kerja tim yang solid, analisis ilmiah terhadap barang bukti, serta pemanfaatan teknologi penyidikan yang semakin modern.
Tak hanya itu, Satreskrim Polrestabes Surabaya juga berhasil mengungkap praktik perjokian UTBK-SNBT di Universitas Negeri Surabaya yang sempat menjadi sorotan nasional.
Dalam perkara tersebut, penyidik menetapkan sembilan orang sebagai tersangka yang diduga menjalankan praktik perjokian secara terstruktur dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah.
Menurut AKBP Edy, setiap perkara yang ditangani bukan sekadar mengejar jumlah pengungkapan, tetapi juga memastikan proses penyidikan berjalan profesional, objektif, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama kami. Karena itu setiap laporan harus ditangani secara cepat, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang kuat. Penegakan hukum harus memberikan rasa keadilan bagi semua pihak,” katanya.
Ia menegaskan penghargaan yang diterima bukanlah keberhasilan individu, melainkan hasil kerja keras seluruh personel Satreskrim Polrestabes Surabaya yang selama ini bekerja tanpa mengenal waktu.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Keberhasilan ini merupakan hasil kebersamaan, kekompakan, dan dedikasi seluruh personel dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Sejalan dengan tema Hari Bhayangkara ke-80, “Polri untuk Masyarakat”, AKBP Edy memastikan Satreskrim Polrestabes Surabaya akan terus memperkuat pelayanan publik melalui penegakan hukum yang presisi, profesional, humanis, dan berkeadilan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berkolaborasi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan Kota Surabaya.
Baca juga: Rumah Dekat Rel KA di Surabaya Digerebek, Pesta Sabu Libatkan Oknum Wartawan dan Ketua RT
“Situasi kamtibmas yang kondusif tidak mungkin diwujudkan hanya oleh kepolisian. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting. Kami berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya tindak pidana sehingga dapat segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si. memberikan apresiasi atas capaian Satreskrim Polrestabes Surabaya yang dinilai mampu menjawab tantangan penegakan hukum di tengah semakin kompleksnya perkembangan kejahatan.
Menurutnya, sederet penghargaan yang diraih merupakan buah dari kepemimpinan yang mampu membangun soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme penyidik, serta menghadirkan pelayanan hukum yang cepat dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Prestasi ini mencerminkan kerja keras seluruh personel Satreskrim. Saya berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi motivasi untuk memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Luthfie.
Dengan berbagai prestasi tersebut, Satreskrim Polrestabes Surabaya di bawah kepemimpinan AKBP Edy Herwiyanto kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu satuan reserse yang mampu mengungkap kejahatan konvensional maupun transnasional secara cepat, profesional, dan berintegritas, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Editor : Bcl