Istri Kurir Sabu 43 Kilo Jadi Saksi, Ringankan Terdakwa

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dua kurir 43 kilo sabu sabu
Dua kurir 43 kilo sabu sabu

i

Seputarindonesia.net II SURABAYA-Proses hukum terhadap dua kurir sabu dengan barang bukti 43 kilogram berlangsung di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (20/5/2022), dengan agenda hadirkan saksi meringankan.

Kedua terdakwa Ikhsan Fatriana dan Dwi Vibbi Mahendra . Saksi meringankan yang hadir di muka persidangan yakni, Siti Zahara yang tak lain adalah istri Ikhsan Fatriana.

Dipersidangan, Siti Zahara sempat membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Febry, sampaikan keberatan terhadap Majelis Hakim, Martin Ginting atas keterangan Siti Zahara.

” Izin Majelis Hakim, pihaknya, keberatan atas keterangan saksi meringankan lantaran, pertanyaan Penasehat Hukum terdakwa memberikan pertanyaan yang mengarah pada kesimpulan ,” ungkap JPU.

Keberatan lainnya, yaitu, bahwa saksi tidak melihat atau mengalami atau mendengar sendiri terkait perkara ini. Khususnya, perkara yang menjerat suaminya (Ikhsan Fatriana).” Kami (JPU) keberatan Yang Mulia ,” ucap JPU.

Hal lainnya, JPU juga menunjukkan saksi terkait salah satu Barang Bukti (BB) milik Ikhsan Fatriana berupa, beberapa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda.

Beberapa KTP ganda diantaranya, KTP atas nama Jumai Wijaya yang beralamatkan di Bangil, Zaenal Prakoso dengan alamat Pasar Kliwon Surakarta serta juga dengan alamat Rumbai Pekan Baru.

Dari nama-nama dan alamat yang berbeda namun, dengan Poto yang sama saat ditunjukkan JPU terhadap saksi dihadapan Majelis Hakim ditanggapi berupa, saya tidak tahu nama-nama maupun alamat yang berbeda.

”Foto yang tersemat dalam beberapa KTP ganda diakuinya, memang Poto suaminya (Ikhsan Fatriana),” kata saksi.

Sedangkan, keterangan Siti Zahara, lainnya, yakni, dirinya sudah menikah 13 tahun yang lalu dengan dikaruniai 2 anak.

Aktivitas suaminya, penjual tahu keliling dengan penghasilan 40 Ribu, dan selama ini kebutuhan hidupnya, tidak cukup.

Selanjutnya, suaminya, pamit pergi ke Jakarta guna kerja di proyek pengerjaan sebuah Tower.

Masih menurut saksi, bahwa pergaulan maupun perilaku suaminya, baik dan jarang keluar rumah.” Setahu saya, tidak nampak gelagat memakai narkoba ,” paparnya.

Diujung persidangan, Ikhsan Fatriana (terdakwa) dalam kesempatan yang diberikan Majelis Hakim menyampaikan, mengamini keterangan saksi meringankan.

Untuk diketahui, dipersidangan sebelumnya, kedua terdakwa yang terindikasi sebagai kurir mendapat perintah dari Joko yang kini statusnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kedua bertemu di Jakarta sembari menerima transfer uang sebesar 3 Juta guna segera berangkat menuju Pekanbaru. Setiba di Pekanbaru kedua terdakwa menerima share lokasi dari Joko (DPO) guna mengambil 2 tas koper berwarna biru dan merah yang berisi 42 kantong sabu yang terbingkai dalam bungkus teh China.

Selanjutnya, kedua terdakwa menerima perintah agar menuju kota Padang lalu diperintah lagi agar menuju Bengkulu setelah itu diperintah lagi ke Lampung dan menetap beberapa hari sembari menunggu perintah Joko untuk berpindah ke Surabaya, namun, kedua terdakwa sebelum mendapatkan perintah keburu di tangkap Jajaran Polrestabes Surabaya.

Kedua terdakwa oleh, JPU dijerat sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (2) Juncto pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) maupun dipersidangan sebelumnya, kedua terdakwa mengakui, sudah melakukan perbuatan sebagai kurir sabu dengan jumlah sebanyak 17 kg guna dikirim ke Surabaya dan menerima fee sebesar 70 Juta.(*)

Berita Terbaru

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Rasiyo Dorong Wayang Kulit Dikemas Lebih Menarik agar Diminati Generasi Muda…

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

KAI Siapkan Gebrakan! RUU Advokat Usulkan Lembaga Nasional Independen dan Perlindungan Profesi…