Tabrak Pengendara Motor hingga Tewas, Sopir Mobil Tidak Ditahan

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
terdakwa Hori sopir mobil Pickup diadili diruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (3/8/2022).
terdakwa Hori sopir mobil Pickup diadili diruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (3/8/2022).

i

SURABAYA - Tabrak pengendara motor hingga tewas, terdakwa Hori sopir mobil Pickup diadili diruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (3/8/2022).

Dipersidangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi SH MH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, terdakwa didakwa Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Saat memberikan keterangan, Hori mengaku dipersidangan bahwa tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM).*Saat waktu itu mengendarai mobil Cherry pak, saya tidak memiliki SIM pak. Saya menyesal maaf pak," aku terdakwa, didampingi penerjemah bahasa Indonesia, dikarenakan terdakwa keseharian pakai bahasa Jawa.

"Satu meninggal majelis, tiga luka-luka," kata jaksa Deddy.

"Kamu berstatus tahanan rumah, jadi jangan keluar - keluar," ujar hakim kepada terdakwa.

Diketahui, bahwa terdakwa Hori pada hari Rabu tanggal 23 Februari 2022, sekira pukul 07.30 WIB bertempat di Jalan Pakal Madya depan Rohman Jaya Surabaya terjadi laka. Berawal dari terdakwa yang tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) mengendarai Mobil Pick-Up W-8645-DT. Saat itu terdakwa berjalan dari arah timur ke barat dengan kecepatan 80 km/jam yang melebihi batas kecepatan maximum berjalan zigzag. Kemudian oleng ke kiri lalu menabrak bambu pembatas jalan (patok bambu), selanjutnya oleng ke kanan lalu menabrak 4 unit sepeda motor yang berjalan dari arah berlawanan yang melaju masing-masing sekitar 30 km/jam yaitu sepeda motor Yamaha Yupiter S-6907-JAL yang dikendarai (Alm.) Mujiono, sepeda motor Honda Revo L-3199-NX yang dikendarai saksi Sumali, sepeda motor Honda Vario L-5865-XI yang dikendarai saksi Biola Parastika Phedasy dan sepeda motor Honda Beat W-4406-AR yang dikendarai saksi Ali Hasan.

Bahwa kemudian saksi Biola dan saksi Ali terjatuh ke samping kanan sedangkan (Alm.) Mujiono yang mengendarai Yamaha Yupiter dan saksi Sumali terdorong Mobil Pick-Up milik terdakwa jatuh masuk ke sawah.

Tabrakan tersebut terjadi dikarenakan pandangan terdakwa tiba-tiba gelap karena mengantuk. Akibat dari kecelakaan tersebut mobil Pick-Up W-8645-DT yang dikendarai terdakwa bagian kaca depan pecah dan bamper kanan desok dan terdakwa tidak mengalami luka.

Sepeda motor Honda Yamaha Yupiter S-6907-JAL yang dikendarai (Alm.) Mujiono rusak pada bodi depan dan Mujiono luka pada kaki kanan patah tulang, bagian kepala belakang memar dan meninggal dunia ditempat. Sementara, Sumali, Biola dan Ali mengalami luka-luka.(Am)

Berita Terbaru

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Rasiyo Dorong Wayang Kulit Dikemas Lebih Menarik agar Diminati Generasi Muda…

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

KAI Siapkan Gebrakan! RUU Advokat Usulkan Lembaga Nasional Independen dan Perlindungan Profesi…