Beredar Ditolak, Keluarga Korban Saksikan Langsung Sidang Kanjuruhan

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Keluarga korban ikuti sidang perdana di PN Surabaya
Keluarga korban ikuti sidang perdana di PN Surabaya

i

SURABAYA- Sidang perdana, Empat orang dari keluarga korban Tragedi Kanjuruhan datang ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Selasa (16/1/2023).

Awalnya, mereka diberitakan tidak boleh masuk dalam ruang persidangan. Menurut informasinya mereka dihalang-halangi masuk ke ruang sidang.

Dua di antaranya adalah Rini Hanifah ibu dari mendiang korban Agus Rian. Ada juga Juariah, ibu almarhumah Sifwa Dinar. Tetapi kenyataannya berita tersebut tidak benar. Sebab terbukti bahwa mereka dapat memasuki ke ruang sidang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh awak media di sekitar komplek pengadilan Negeri Surabaya bahwa keluarga korban tersebut ternyata boleh masuk bahkan diberlakukan dengan baik.

Menurut saksi yang ada, Norman mengatakan bahwa petugas itu menyapa kepada keluarga korban."Tadi keluarga itu duduk duduk di pagar depan pintu sambil mengeluarkan foto Foto Korban, lalu tak lama kemudian diarahkan masuk ruang tunggu," katanya.

Adapun, mereka menunggu sebentar, karena pihaknya masih menunggu keputusan sebelum membolehkan masuk para keluarga ke ruang sidang. Sebab ada beberapa kordinasi yang harus dilakukan antara lain mendata apakah benar orang yang masuk masih keluarga korban atau bukan.

Tentu saja hal ini perlu di lakukan untuk mengantisipasi keamanan dalam proses persidangan di wilayah Pengadilan Negeri Surabaya.

Sementara itu, Pemerhati hukum Winarto juga memberikan komentarnya, bahwa yang dilakukan petugas kepada keluarga korban sangatlah wajar. Sebab hal tersebut terkait dengan keselamatan dan keamanan di dalam proses persidangan saat berlangsung.

"Kalau kita tidak waspada lalu apa jadinya semua orang di persilahkan masuk tanpa mendata siapa saja yang keluar masuk di komplek pengadilan saat itu. Tentu saja ini akan beresiko tinggi bagi keamanan di wilayah tersebut. Iya kalau orang tersebut baik baik saja gak apa apa. La kalau orang itu membawa bom bagaimana?," terangnya.

Tak hanya orang yang keluar masuk. Awak media pun ditanya dulu sebelum masuk ke komplek pengadilan negeri.

"Kami juga diminta identitas oleh petugas, bahkan kami harus menunjukan ID Card kami agar mereka juga tahu kalau kami dari awak media. Itu saya anggap wajar karena pengamanan seperti itu wajib di lakukan agar tidak kecolongan. Jadi bukan kami dipersulit tapi di tanya identitas saja supaya petugas mengetahui status kita," kata seorang awak media yang tidak mau di sebutkan namanya.

Empat keluarga dibolehkan masuk ke Ruang Cakra. Mereka juga didampingi beberapa pengacara korban. Jadi apa yang di sampaikan bahwa mereka dilarang masuk adalah tidak benar.(*)

Berita Terbaru

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Rasiyo Dorong Wayang Kulit Dikemas Lebih Menarik agar Diminati Generasi Muda…

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

KAI Siapkan Gebrakan! RUU Advokat Usulkan Lembaga Nasional Independen dan Perlindungan Profesi…