15 Tokoh Muslim dari 6 Negara Belajar KB hingga Penurunan Stunting di Kota Surabaya

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
6 Negara di bagian Asia dan Afrika mengunjungi Balai Kota Surabaya
6 Negara di bagian Asia dan Afrika mengunjungi Balai Kota Surabaya

i

SURABAYA-Sebanyak 15 tokoh muslim dari 6 Negara di bagian Asia dan Afrika mengunjungi Balai Kota Surabaya bersama jajaran BKKBN RI, Senin (24/7/2023). Mereka disambut dengan baik oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya Ikhsan bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di ruang sidang Wali Kota Surabaya. Kedatangan mereka untuk belajar tentang Keluarga Berencana (KB) dan penurunan stunting di Indonesia, khususunya di Kota Surabaya.

Dalam pertemuan itu, Ikhsan menjelaskan banyak hal tentang program keluarga berencana di Kota Surabaya, baik sejarah, kebijakan dan implementasinya. Bahkan, ia juga menjelaskan berbagai terobosan pemkot dalam menekan angka stunting di Kota Surabaya, termasuk orang tua asuh dan aplikasi sayang warga yang digunakan untuk menurunkan stunting.

“Alhamdulillah hari ini kita difasilitasi BKKBN Pusat dan Jawa Timur, kita ada kunjungan dari saudara-saudara kita dari Asia dan Afrika yang belajar tentang KB dan juga stunting. Mudah-mudahan apa saja yang sudah mereka pelajari selama berada di Surabaya bisa berguna di negara mereka,” kata Ikhsan seusai pertemuan itu.

Ia juga memastikan bahwa angka stunting di Kota Surabaya memang terendah se-Indonesia, dan selama beberapa tahun terakhir ini, angkanya turun drastis. Pada tahun 2020, angka stunting di Surabaya tembus 12.788 balita, kemudian tahun 2021 turun menjadi 6.722 balita, dan sampai akhir 2022 turun lagi menjadi 923, lalu sampai bulan Juni 2023 sudah tinggal 653 balita.

“Target Pak Wali Kota di akhir tahun 2023 ini zero stunting, makanya kita terus bergerak untuk menekan angka stunting di Surabaya. Penangananya mulai dari hulu hingga hilir, mulai sebelum menikah, setelah menikah hingga pendampingan setelah memiliki anak,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN RI, Prof. Muhammad Rizal Martua Damanik menjelaskan bahwa pada intinya mereka ini berasal dari negara-negara di Asia dan Afrika yang tertarik belajar ke Indonesia tentang program kependudukan, terutama terkait dengan keluarga berencana. Sebab, program KB di Indonesia sudah berjalan dengan lancar tanpa hambatan dengan dukungan dari para pemimpin islam.

“Sebaliknya, di negara-negara lain termasuk di Asia dan Afrika, persoalan KB dan sebagainya masih menjadi pertentangan, sehingga PBB melalui UNFPA yang membidangi kesehatan seksual dan reproduksi memberikan informasi kepada negara-negara lainnya bahwa kalau mau belajar tentang pendekatan atau peran pemimpin agama dalam bidang kependudukan, belajarlah ke Indonesia. Sejak saat itulah banyak yang belajar ke Indonesia, dan kali ini belajar di Surabaya,” katanya.

Ia juga menjelaskan kenapa akhirnya memilih Kota Surabaya sebagai tuan rumah atau tempat pembelajaran tentang KB dan penurunan stunting itu. Menurutnya, di Surabaya ini banyak pondok pesantrennya, ada yang dari NU atau Muhammadiyah yang bisa dikunjungi dan menjadi tempat pembelajaran. Bahkan, di Surabaya ini ada rumah sakit yang rencananya akan dikunjungi oleh mereka.

“Selain itu, karena stunting di Surabaya terendah se Indonesia, sehingga kita ingin melihat inovasi-inovasi yang sudah dibuat oleh Surabaya. Di samping itu, kita juga berkesempatan untuk melihat keindahan kota dengan pengelolaan yang sangat baik. Terimakasih Pemkto Surabaya yang sudah memfasilitasi kami,” pungkasnya. (irm)

Berita Terbaru

Residivis Narkoba Asal Banyu Urip Kembali Diciduk, Polisi Sita Hampir 100 Gram Sabu dan 10 Butir Ekstasi

Residivis Narkoba Asal Banyu Urip Kembali Diciduk, Polisi Sita Hampir 100 Gram Sabu dan 10 Butir Ekstasi

Minggu, 19 Jul 2026 13:22 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 13:22 WIB

Residivis Narkoba Asal Banyu Urip Kembali Diciduk, Polisi Sita Hampir 100 Gram Sabu dan 10 Butir Ekstasi…

Empat Bulan Berlalu, Penanganan Kasus Kematian Nisarofatin di Lumajang Masih Tahap Penyelidikan

Empat Bulan Berlalu, Penanganan Kasus Kematian Nisarofatin di Lumajang Masih Tahap Penyelidikan

Minggu, 19 Jul 2026 13:18 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 13:18 WIB

Empat Bulan Berlalu, Penanganan Kasus Kematian Nisarofatin di Lumajang Masih Tahap Penyelidikan…

Midea Resmikan AC Pro Shop Kelima di Surabaya, Perkuat Layanan dan Penjualan Bersama UFO Elektronika

Midea Resmikan AC Pro Shop Kelima di Surabaya, Perkuat Layanan dan Penjualan Bersama UFO Elektronika

Jumat, 17 Jul 2026 16:26 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 16:26 WIB

Midea Resmikan AC Pro Shop Kelima di Surabaya, Perkuat Layanan dan Penjualan Bersama UFO Elektronika…

Residivis Kembali Edarkan Sabu, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Modus Ranjau di Surabaya

Residivis Kembali Edarkan Sabu, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Modus Ranjau di Surabaya

Selasa, 14 Jul 2026 18:08 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 18:08 WIB

Residivis Kembali Edarkan Sabu, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Modus Ranjau di Surabaya…

Kasus Arisan Bodong Rp8 Miliar Mandek, Korban Desak Polrestabes Surabaya Segera Tahan Terlapor

Kasus Arisan Bodong Rp8 Miliar Mandek, Korban Desak Polrestabes Surabaya Segera Tahan Terlapor

Selasa, 14 Jul 2026 15:46 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 15:46 WIB

Kasus Arisan Bodong Rp8 Miliar Mandek, Korban Desak Polrestabes Surabaya Segera Tahan Terlapor…

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bantah Isu Dua Tersangka Narkoba Dibebaskan dan Tuduhan Uang Rp70 Juta

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bantah Isu Dua Tersangka Narkoba Dibebaskan dan Tuduhan Uang Rp70 Juta

Minggu, 12 Jul 2026 13:43 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 13:43 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bantah Isu Dua Tersangka Narkoba Dibebaskan dan Tuduhan Uang Rp70 Juta…