Menempati Lahan Puluhan Tahun Tak Otomatis Jadi Pemilik, Simak Penjelasan Hukumnya.

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Surabaya,Seputarindonesia.net – Belakangan ini, sering muncul sengketa lahan salah satunya yang terjadi dalam kasus Victor Sidharta Jl donokerto XI no 70 surabaya yang dipicu oleh klaim penghuni lama terhadap sebuah properti. Namun, secara hukum, durasi menempati suatu bangunan ternyata tidak bisa menjadi tolok ukur tunggal kepemilikan.

​Praktisi hukum di Surabaya, Vena Naftalia, menegaskan bahwa klaim menempati rumah selama puluhan tahun tidak serta-merta melahirkan hak kepemilikan atas tanah atau bangunan. Hal ini ia sampaikan menanggapi fenomena penyewa yang mengklaim hak milik hanya karena faktor historis tinggal di lokasi tersebut sejak lahir.​​Dalam kasus yang disoroti, Vena menjelaskan adanya ketimpangan antara fakta hukum dan narasi sosial. Pemilik yang sah justru memegang dokumen lengkap, bahkan sejak masa eigendom (hak milik dalam sistem hukum perdata Barat). Di sisi lain, pihak penyewa seringkali tidak memiliki alas hak satu pun.

​"Dalam hukum pertanahan, hak atas tanah tidak lahir dari empati sosial, kondisi ekonomi, maupun lamanya menempati," tegas Vena. "Hak ditentukan oleh dokumen, proses hukum, dan pencatatan resmi."

​Vena juga mengkritisi narasi yang berkembang di masyarakat yang membenturkan status ekonomi dengan legalitas. Muncul anggapan bahwa warga tidak memiliki surat karena "tidak punya uang", sementara pemilik sah dianggap bisa mengurus surat hanya karena "faktor finansial".​Menurut Vena, narasi ini berisiko:​Menyesatkan publik: Mereduksi sistem hukum pertanahan menjadi sekadar persoalan uang.​Merusak kepastian hukum: Mengabaikan prosedur administrasi yang seharusnya ditaati.​Stigmatisasi negatif: Pelabelan pemilik sah sebagai "mafia tanah" tanpa dasar hukum yang kuat.​Edukasi untuk Masyarakat​Masyarakat dihimbau untuk memahami bahwa penguasaan fisik (mendiami lahan) secara jangka panjang tidak otomatis menciptakan hak milik. Kepastian hukum di Indonesia hanya bisa dibuktikan melalui alas hak yang sah dan tercatat secara resmi di lembaga berwenang.

​"Jangan terjebak pada framing emosional yang mengabaikan prinsip hukum," tutup Vena.

Ia mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi adalah kunci menjaga ketertiban pertanahan, bukan melalui klaim sepihak.​Poin Edukasi Utama bagi Pembaca:​Alas Hak: Bukti kepemilikan yang sah secara hukum (sertifikat/dokumen resmi).​Penguasaan Fisik: Tindakan menempati lahan, yang tidak serta merta menjadi dasar kepemilikan tanpa administrasi negara.​Kepastian Hukum: Prinsip bahwa hak milik dilindungi oleh sistem pencatatan resmi, bukan oleh narasi sosial.

Berita Terbaru

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

KAI Siapkan Gebrakan! RUU Advokat Usulkan Lembaga Nasional Independen dan Perlindungan Profesi…

Jelang Nataru 2026-2027, PELNI Tebar Diskon Tiket 30 Persen, Kuota 414 Ribu Penumpang

Jelang Nataru 2026-2027, PELNI Tebar Diskon Tiket 30 Persen, Kuota 414 Ribu Penumpang

Sabtu, 24 Okt 2026 19:45 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 19:45 WIB

Diskon Tiket PELNI 30 Persen Resmi Dibuka, Warga Diminta Jangan Sampai Kehabisan Kuota…

RSUD dr Karneni Tulungagung  buka layanan CT Scan 128 Slice 

RSUD dr Karneni Tulungagung  buka layanan CT Scan 128 Slice 

Jumat, 23 Okt 2026 21:39 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 21:39 WIB

Teknologi itu memiliki 3 keunggulan diantaranya, resolusi yang tajam dan detail, dosis radiasi rendah serta memiiki kecepatan tinggi…

Dua Orang Ditangkap Polrestabes Surabaya di Peneleh, Bukan Dilepas : Jalani Rehabilitasi Bukan Dilepas 

Dua Orang Ditangkap Polrestabes Surabaya di Peneleh, Bukan Dilepas : Jalani Rehabilitasi Bukan Dilepas 

Jumat, 23 Okt 2026 21:33 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 21:33 WIB

SURABAYA- Satresnarkoba Polrestabes Surabaya memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan tangkap lepas terhadap dua orang  pria di kawasan …