Sidang PHI Eks Karyawan Triple X Surabaya Kembali Digelar, Gugat Hak Pekerja Rp184 Juta

author Bcl

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
foto pengacara Dendel, Tita Praspa Dayanti SH.MH
foto pengacara Dendel, Tita Praspa Dayanti SH.MH

i

Surabaya,Seputarindonesia.net - Sidang perkara Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) antara mantan karyawan PT Joval Perkasa, Dendel Stefanus Styaka alias Jenggo, melawan pihak perusahaan kembali digelar di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (18/5/2026).

Agenda persidangan kali ini berfokus pada pemeriksaan kelengkapan administrasi perusahaan oleh penasihat hukum tergugat. Sidang dihadiri kuasa hukum dari kedua belah pihak, baik penggugat maupun tergugat.

Dalam gugatan tersebut, Dendel melalui kuasa hukumnya, Tita Praspa Dayanti, S.H., M.H. dan Dedy Otto, S.H., M.H., menuding PT Joval Perkasa melakukan pelanggaran terhadap hak-hak normatif pekerja.

Penggugat mengaku telah bekerja di perusahaan yang menaungi tempat hiburan malam Triple X, Escobar, dan Paradise sejak 2018 hingga 2026. Selama bekerja, Dendel menyebut tidak pernah menerima perjanjian kerja tertulis.

Karena itu, pihak penggugat menilai hubungan kerja yang dijalani telah memenuhi unsur Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) sebagaimana diatur dalam ketentuan ketenagakerjaan.

Selain persoalan status kerja, penggugat juga mempersoalkan adanya skorsing sepihak sejak Mei 2025 yang dinilai tidak memiliki dasar hukum jelas dan tidak melalui prosedur ketenagakerjaan.

Akibat kebijakan tersebut, Dendel mengaku mengalami pemotongan upah hingga penghentian pembayaran gaji sejak Januari hingga Maret 2026. Total kerugian akibat kekurangan dan tidak dibayarkannya upah disebut mencapai Rp38,5 juta.

Tak hanya itu, pihak penggugat turut menyoroti dugaan perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan serta tidak membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026.

Dalam petitumnya, penggugat meminta majelis hakim menghukum tergugat membayar hak-hak pekerja senilai total Rp184.032.800. Nilai tersebut mencakup uang pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK), uang penggantian hak, kekurangan upah, THR, hingga kerugian BPJS Ketenagakerjaan.

Di tengah jalannya persidangan, awak media juga menanyakan terkait tuduhan kerugian perusahaan yang sebelumnya sempat muncul dalam anjuran mediator Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya.

Menanggapi hal itu, penasihat hukum penggugat, Tita Praspa Dayanti, menegaskan pihaknya mempersilakan apabila tuduhan tersebut dapat dibuktikan secara hukum.

“Silakan saja selama mereka bisa membuktikan. Tapi kalau tidak bisa membuktikan, kami akan maju ke ranah pidana,” ujar Tita usai persidangan.

Tita juga mempertanyakan adanya perbedaan nominal kerugian yang dinilai tidak konsisten. Menurutnya, sebelumnya sempat disebut nilai kerugian mencapai Rp7,7 miliar, namun dalam anjuran mediator hanya tercantum sekitar Rp7,7 juta.

“Ini yang menjadi pertanyaan kami. Angkanya berubah sangat jauh dan menimbulkan ketidakjelasan fakta dalam perkara ini,” katanya.

Pihak penggugat menjelaskan, nilai Rp7.718.000 tersebut merupakan transaksi internal perusahaan yang telah diketahui dan dilaporkan kepada kasir perusahaan. Bahkan, transaksi itu disebut telah diselesaikan dan dilunasi hingga Juli 2025.

Atas dasar itu, penggugat menilai tuduhan penggelapan terhadap kliennya tidak memiliki dasar hukum dan belum pernah dibuktikan melalui putusan pidana yang berkekuatan hukum tetap. (*)

Berita Terbaru

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

KAI Siapkan Gebrakan! RUU Advokat Usulkan Lembaga Nasional Independen dan Perlindungan Profesi…

Jelang Nataru 2026-2027, PELNI Tebar Diskon Tiket 30 Persen, Kuota 414 Ribu Penumpang

Jelang Nataru 2026-2027, PELNI Tebar Diskon Tiket 30 Persen, Kuota 414 Ribu Penumpang

Sabtu, 24 Okt 2026 19:45 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 19:45 WIB

Diskon Tiket PELNI 30 Persen Resmi Dibuka, Warga Diminta Jangan Sampai Kehabisan Kuota…