Marufin Sudibyo, Astronom amatir Indonesia menjelaskan, hujan meteor Quadrantid adalah meteor-meteor yang seakan-akan berasal dari rasi Bootes, tepatnya dari kawasan yang dahulunya merupakan rasi Quadrant Muralis.Sebagai informasi, rasi Quadrant Muralis merupakan nama rasi tersebut kini sudah dihapus.Namun, kata Marufin, sesungguhnya berasal dari remah-remah komet tak dikenal yang telah berkeping-keping di masa silam. Dua kepingan terbesarnya adalah komet C/1490 Y1 dan asteroid 2003 EH1.
Hujan meteor Quadrantid ini relatif mudah diamati karena bertepatan dengan Bulan baru, karena langit gelap. Meteor-meteor Quadrantid memasuki atmosfer Bumi pada kecepatan 41 km/detik.
Hujan meteor ini bisa disaksikan hanya pada dinihari sejak pukul 03.00 hingga terbitnya fajar, pada tanggal 2-3 Januari 2021. Untuk dapat menyaksikannya Anda tidak perlu bantuan alat optik apapun, karena penampakan hujan meteor ini bisa disaksikan dengan mata telanjang.
Editor : admin
Berita Terbaru
Minggu, 19 Jul 2026 13:22 WIB
Minggu, 19 Jul 2026 13:22 WIB
Residivis Narkoba Asal Banyu Urip Kembali Diciduk, Polisi Sita Hampir 100 Gram Sabu dan 10 Butir Ekstasi…
Minggu, 19 Jul 2026 13:18 WIB
Minggu, 19 Jul 2026 13:18 WIB
Empat Bulan Berlalu, Penanganan Kasus Kematian Nisarofatin di Lumajang Masih Tahap Penyelidikan…
Jumat, 17 Jul 2026 16:26 WIB
Jumat, 17 Jul 2026 16:26 WIB
Midea Resmikan AC Pro Shop Kelima di Surabaya, Perkuat Layanan dan Penjualan Bersama UFO Elektronika…
Selasa, 14 Jul 2026 18:08 WIB
Selasa, 14 Jul 2026 18:08 WIB
Residivis Kembali Edarkan Sabu, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Modus Ranjau di Surabaya…
Selasa, 14 Jul 2026 15:46 WIB
Selasa, 14 Jul 2026 15:46 WIB
Kasus Arisan Bodong Rp8 Miliar Mandek, Korban Desak Polrestabes Surabaya Segera Tahan Terlapor…
Minggu, 12 Jul 2026 13:43 WIB
Minggu, 12 Jul 2026 13:43 WIB
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bantah Isu Dua Tersangka Narkoba Dibebaskan dan Tuduhan Uang Rp70 Juta…