Marufin Sudibyo, Astronom amatir Indonesia menjelaskan, hujan meteor Quadrantid adalah meteor-meteor yang seakan-akan berasal dari rasi Bootes, tepatnya dari kawasan yang dahulunya merupakan rasi Quadrant Muralis.Sebagai informasi, rasi Quadrant Muralis merupakan nama rasi tersebut kini sudah dihapus.Namun, kata Marufin, sesungguhnya berasal dari remah-remah komet tak dikenal yang telah berkeping-keping di masa silam. Dua kepingan terbesarnya adalah komet C/1490 Y1 dan asteroid 2003 EH1.
Hujan meteor Quadrantid ini relatif mudah diamati karena bertepatan dengan Bulan baru, karena langit gelap. Meteor-meteor Quadrantid memasuki atmosfer Bumi pada kecepatan 41 km/detik.
Hujan meteor ini bisa disaksikan hanya pada dinihari sejak pukul 03.00 hingga terbitnya fajar, pada tanggal 2-3 Januari 2021. Untuk dapat menyaksikannya Anda tidak perlu bantuan alat optik apapun, karena penampakan hujan meteor ini bisa disaksikan dengan mata telanjang.
Editor : admin
Berita Terbaru
Senin, 19 Okt 2026 22:03 WIB
Senin, 19 Okt 2026 22:03 WIB
Bos BPI Banding Usai Divonis Bersalah, Edward Raimond: Ada Prinsip Hukum yang Harus Diuji…
Senin, 19 Okt 2026 20:28 WIB
Senin, 19 Okt 2026 20:28 WIB
TTL memperkuat konektivitas internasional melalui CSE Service dan SCJX Service serta 25 kunjungan kapal nonreguler hingga September 2026.…
Minggu, 18 Okt 2026 19:27 WIB
Minggu, 18 Okt 2026 19:27 WIB
Tragedi di Rungkut! Bocah Down Syndrome Tewas, Polisi Periksa Dua Anak Tetangga…
Minggu, 18 Okt 2026 17:12 WIB
Minggu, 18 Okt 2026 17:12 WIB
Dari Gus Kikin hingga Kiai Sepuh Kediri, Ini Momen Silaturahmi Kapolri di Tebuireng…
Sabtu, 17 Okt 2026 16:50 WIB
Sabtu, 17 Okt 2026 16:50 WIB
Eks Cak Surabaya 2019 Ronzah Adenin Ditangkap Kasus Sabu, Kini Muncul Pengakuan Perempuan soal Dugaan Pelecehan Berkedok Utang…
Sabtu, 17 Okt 2026 08:47 WIB
Sabtu, 17 Okt 2026 08:47 WIB
Kasat Narkoba Tanjung Perak Benarkan Penangkapan Alumni Cak dan Ning 2019, Satu Poket Sabu Diamankan…