GMNI Cabang Buru Minta Polres Buru Tangkap Pemilik Excavator di Kali Anahoni

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Alat berat Eksavator yang sedang lakukan aktifitas pembuatan bak rendaman milik APRI di Kali Anahoni ,Rabu (22/2).
Alat berat Eksavator yang sedang lakukan aktifitas pembuatan bak rendaman milik APRI di Kali Anahoni ,Rabu (22/2).

i

NAMLEA- Sebua alat berat jenis Excavator nampak terlihat melakukan aktifitas di areal sungai kali anahoni, Desa Kaiely, kecamatan Teluk Kaiely, Kabupaten Buru, Maluku.

Di duga bak rendaman yang di buat mengunakan Excavator milik Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI).

Excavator tersebut melakukan pengalihan untuk pembuatan bak rendaman di areal sungai anahoni, Rabu (22/2/2022).

Pembuatan bak rendaman juga di benarkan oleh masyarakat yang ada di sekitar areal tersebut.

Bak rendaman yang di buat, bertujuan menampung pasir yang terkandung butiran emas untuk di olah mengunakan Bahan,Beracun, Berbahaya, (B3).

Dari pantauan media di lokasi pekerjaan, terlihat ada sekitar kurang lebih empat orang pekerja yang mengunakan jaket rompi bertuliskan (APRI).

Asosiasi APRI ini juga perna malukan pembuatan bak rendaman beberapa tahun yang lalu dengan alasan uji coba perendaman mengunakan obat rama lingkungan WS.

Tetapi percobaan itu pernah di hentikan oleh Polres Pulau Buru. Bahkan bukan saja bak rendaman yang di buat ada tong juga di buat dengan menamakan APRI yang berlokasi di jalur A Desa Persiapan Wansait, Kecamatan Waelata.

Penanggungjawab dan juga pemilik bak rendaman yang menurut informasi merupakan Wakil ketua Satu Asosiasi Penambang Republik Indonesia (APRI) inisial ISM yang coba di hubungi lewat telpon berdering namun tidak di respon, bahkan Whatsapp juga tidak di balas sampai berita ini di publikasikan.

Di tempat terpisa Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (Gmnl) Cabang Buru taufik fanolong juga angkat bicara terkait persoalan aktifitas APRI yang mengunakan alat berat Excavator di kali anahoni.

"Pihak penegak hukum dalam hal ini Polres Pulau Buru harus melihat persoalan ini, karena APRI di duga tidak punya legalitas hukum terkait pengoperasian di tambang ilegal," katanya.

Taufik berjanji apabila aktifitas APRI tidak segera dihentikan dalam waktu dekat, maka dia dan kawan-kawan GmnI akan turun lakukan Demonstrasi besar besaran.

"Dalam waktu dekat kalau pihak Polres tidak menghentikan aktifitas APRI di Kali Anahoni maka kita akan geruduk Polres Buru," tegas Taufik.(bin)

Berita Terbaru

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Rasiyo Dorong Wayang Kulit Dikemas Lebih Menarik agar Diminati Generasi Muda…

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

KAI Siapkan Gebrakan! RUU Advokat Usulkan Lembaga Nasional Independen dan Perlindungan Profesi…