PT Samudera Trans Logistik Tidak Profesional Dalam Pengiriman Barang

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengacara Pengugat Tito Suprianto Saat Menjelaskan kepada Media
Pengacara Pengugat Tito Suprianto Saat Menjelaskan kepada Media

i

SURABAYA-Maraknya marketplace di Indonesia telah mendorong pertumbuhan perusahaan jasa pengiriman untuk memudahkan pengiriman paket kepada pemesan.

Namun, berbagai kendala masih kerap terjadi yang menyebabkan keterlambatan pengiriman.

Salah satu kasus yang mencuat adalah gugatan terhadap PT Samudra Trans Logistik sebuah perusahaan pelayaran, terkait ketidakprofesionalan dalam pengiriman barang.

Pengacara Penggugat Tito Suprianto, mengungkapkan detail kasus tersebut kepada wartawan. "Klien kami mengajukan gugatan ke pengadilan karena pelayaran ini tidak profesional. Seharusnya pengiriman dari Amerika ke Indonesia berjumlah 24 kontainer, namun yang sampai di Singapura hanya 23. Satu kontainer tidak dibawa, dan ini terjadi berulang-ulang," jelasnya.

Fenomena ini dikenal dalam dunia pelayaran sebagai "short ship" atau barang yang tertinggal.

Tito menambahkan, "Kejadian ini menyebabkan kerugian besar bagi klien kami. Mereka membayar untuk pengiriman dalam jumlah besar, tapi yang dikirim hanya 23, sedangkan satu kontainer tertinggal dengan berbagai macam alasan."ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai alasan yang diberikan oleh PT Samudra, Tito menyatakan, "Alasan mereka berubah-ubah. Mulai dari kendala cuaca, force majeur, hingga kapasitas kapal yang tidak mencukupi. Padahal, seharusnya sistem pencatatan sudah ada dan akurat."jelasnya

Tito juga mengungkapkan kecurigaannya, "Kemungkinan kontainer yang tertinggal itu dijual dan digabung dengan pengiriman lain. Sedangkan barang klien kami mungkin akan dikirim dengan kapal yang berbeda."ujarnya.

Yang mengejutkan, menurut Tito, kejadian ini bukan yang pertama kali. "Ini terjadi berulang kali, tidak hanya pada klien kami, tapi juga pada banyak pengirim lain yang menggunakan jasa PT Samudra. Ini sudah menjadi kebiasaan yang sangat tidak profesional," tegasnya.

Kasus ini semakin rumit karena melibatkan aspek bea cukai dan karantina. "Barang karantina seharusnya tiba dan dikeluarkan bersamaan. Namun karena jumlahnya tidak lengkap, bea cukai menahan pengiriman untuk karantina," jelas Tito Suprianto

Barang yang menjadi pokok sengketa adalah kedelai (soybeans) yang dikirim dari Amerika ke Gresik. "Saat ini, barang masih tertahan di anak perusahaan Pelindo dan belum bisa dikeluarkan. Mengingat ini adalah produk pertanian, tentu ada kekhawatiran mengenai kualitas barang," tambah Tito

Sidang perkara ditunda karena hakim masih cuti. Sidang akan dilanjutkan minggu depan,"pungkasnya. (hfn/irm)

Berita Terbaru

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Rasiyo Dorong Wayang Kulit Dikemas Lebih Menarik agar Diminati Generasi Muda…

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

KAI Siapkan Gebrakan! RUU Advokat Usulkan Lembaga Nasional Independen dan Perlindungan Profesi…