Ijin 10 Koperasi Pemegang IPR Tambang Gunung Botak Di Unjung Tanduk

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Namlea,Seputarindonesia.net - statement tegas di keluarga Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Abdul Haris, bahwa izin operasional 10 koperasi yang ditugaskan mengelola kawasan tambang Gunung Botak (GB) terancam dicabut.

Ancaman ini muncul, menyusul lambatnya penyelesaian berbagai persyaratan administrasi serta ketidaksiapan koperasi dalam menangani persoalan di lapangan, termasuk urusan dengan pemilik lahan.

Di kutip dari media Malukunews.co.Menurut Kadis ESDM, penempatan pasukan gabungan TNI–Polri serta tim pemerintah provinsi di kawasan GB hanya dijadwalkan hingga 14 Desember saja. “Seluruh biaya operasi pengamanan ini ditanggung pemerintah provinsi dalam rentang waktu 1–14 Desember 2025.

Karena setela itu, seluruh tanggung jawab pengawasan dan penanganan aktivitas tambang di Gunung Botak akan sepenuhnya dialihkan kepada 10 koperasi pemegang izin,” kata Haris.

"Jika sampai semua administrasi belum tuntas, termasuk Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), maka kami akan merekomendasikan kepada gubernur untuk mencabut izin koperasi tersebut,” tegas Kadis ESDM saat melakukan pertemuan dengan 10 koperasi di Gren Sarah Hotel, Namlea, Senin (08/12).

Hingga saat ini, sebagian besar koperasi disebut belum menyelesaikan syarat administrasi utama, terutama RKAB yang menjadi dokumen wajib sebelum kegiatan tambang dapat berjalan sesuai ketentuan. Selain itu, permasalahan terkait hak atas lahan juga belum terselesaikan dan dinilai berpotensi menghambat operasional koperasi.

Kadis ESDM juga mengingatkan bahwa berakhirnya masa tugas aparat pengamanan berisiko membuka kembali ruang bagi aktivitas penambangan ilegal. Dengan tidak adanya penjagaan TNI–Polri setelah 14 Desember, diperkirakan para penambang tradisional maupun illegal mining akan kembali naik ke GB.

"Setelah tanggal 14, aparat ditarik. Jika koperasi tidak siap, maka penambang akan kembali bekerja secara ilegal. Ini sudah pasti terjadi bila tidak ada pengawasan,” ujarnya.

Pemerintah provinsi menegaskan bahwa batas waktu 14 Desember bersifat final. Keputusan mengenai pencabutan atau kelanjutan izin 10 koperasi akan ditentukan berdasarkan kesiapan administrasi dan kemampuan mereka mengamankan serta mengelola area tambang secara legal dan berkelanjutan.

Berita Terbaru

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

KAI Siapkan Gebrakan! RUU Advokat Usulkan Lembaga Nasional Independen dan Perlindungan Profesi…

Jelang Nataru 2026-2027, PELNI Tebar Diskon Tiket 30 Persen, Kuota 414 Ribu Penumpang

Jelang Nataru 2026-2027, PELNI Tebar Diskon Tiket 30 Persen, Kuota 414 Ribu Penumpang

Sabtu, 24 Okt 2026 19:45 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 19:45 WIB

Diskon Tiket PELNI 30 Persen Resmi Dibuka, Warga Diminta Jangan Sampai Kehabisan Kuota…