Meski Sempat Berdamai di RT, Kasus 10 Remaja Putri Pengeroyok Anak di Kapasari Tetap Lanjut ke Ranah Hukum

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
​Kasat Reskrim Unit PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, Kompol Melatisari,
​Kasat Reskrim Unit PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, Kompol Melatisari,

i

Surabaya,Seputarindonesia.net - Aksi perundungan (bullying) dan kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali menggegerkan publik Surabaya. Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang remaja perempuan dikeroyok oleh sekelompok teman sebayanya viral di media sosial. Kasus ini kini tengah ditangani serius oleh Unit PPA dan PPO Satreskrim Polrestabes Surabaya.​​Korban diketahui berinisial CL (13), warga Kapasari, Surabaya. Berdasarkan keterangan kepolisian, aksi kekerasan ini dipicu oleh tuduhan sepihak dari dua terlapor berinisial IC dan SH. Korban dituding telah menjelek-jelekkan keduanya di pergaulan mereka.​Modus yang digunakan terlapor adalah mengajak korban bertemu dengan alasan "klarifikasi". Namun, pertemuan tersebut justru berujung pada tindakan kekerasan fisik secara brutal. Peristiwa memilukan ini terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di kawasan Jalan Kapasari Pedukuhan dan sebuah rumah kosong di Jalan Tambak Anakan.

​Menindaklanjuti laporan orang tua korban yang tidak terima atas perlakuan tersebut, petugas bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap saksi, korban, maupun para pelaku. Hasilnya, polisi menetapkan 10 anak sebagai terlapor.

​Sepuluh anak tersebut adalah IC, SH, SI, SF, PT, GD, ID, DV, SR, dan AV. Rata-rata mereka masih berusia sangat muda, berkisar antara 13 hingga 15 tahun. Selain mengamankan para terlapor, polisi juga menyita barang bukti berupa rekaman video yang merekam jelas aksi pengeroyokan tersebut.​​Kasat Reskrim Unit PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, Kompol Melatisari, menegaskan bahwa meskipun sempat ada upaya perdamaian di tingkat RT, proses hukum dipastikan tetap bergulir.

​"Kasus ini memang sempat dibicarakan di tingkat Rukun Tetangga (RT) dan sudah ada pernyataan saling memaafkan. Namun, karena laporan polisi belum dicabut, maka proses hukum tetap kami tindak lanjuti," tegas Kompol Melatisari.

​Mengingat baik korban maupun para terlapor masih di bawah umur, pihak kepolisian memastikan bahwa hak-hak anak tetap terpenuhi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

​"Penyidik tetap melakukan rujukan bagi korban maupun para terlapor untuk mendapatkan pendampingan psikologis. Hal ini penting guna memastikan pemenuhan hak-hak anak tetap terjaga selama proses hukum berlangsung," pungkasnya.

Berita Terbaru

Omah Sehat Bersinar Edukasi 1.100 Warga Binaan Lapas Porong, Perkuat Pencegahan Narkoba dan Pembinaan Rohani

Omah Sehat Bersinar Edukasi 1.100 Warga Binaan Lapas Porong, Perkuat Pencegahan Narkoba dan Pembinaan Rohani

Minggu, 01 Nov 2026 19:24 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 19:24 WIB

Omah sehat bersinar beri edukasi warga binaan lapas porong…

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Rasiyo Dorong Wayang Kulit Dikemas Lebih Menarik agar Diminati Generasi Muda…

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…