Surabaya,Seputarindonesia.net – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) terus berupaya memperkuat barisan dalam penanganan penyalahgunaan narkotika di wilayah Surabaya. Terbaru, perwakilan BNNK melakukan kunjungan kerja strategis ke Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia (LRPPN-BI) pada Selasa (10/2).Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat koordinasi serta mensinergikan pelaksanaan program rehabilitasi agar lebih terukur dan efektif bagi para penyalahguna narkotika.Rombongan BNNK yang diwakili oleh M. Viqri Amrullah dan Roan Ricardo Sibuea disambut langsung oleh Pengelola Rehabilitasi LRPPN-BI, Drs. Siswanto. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak memaparkan peran masing-masing, terutama dalam aspek rehabilitasi medis dan sosial.
Pihak BNNK menekankan bahwa keterpaduan layanan antara pemerintah dan lembaga mitra adalah kunci utama. Hal ini guna memastikan setiap klien mendapatkan proses pemulihan yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Selain silaturahmi, pertemuan ini menjadi ruang diskusi teknis mengenai beberapa poin krusial, di antaranya:Mekanisme Rujukan: Penataan alur penerimaan dan pendampingan rehabilitan yang lebih efisien.Evaluasi Layanan: Meninjau kembali program yang telah berjalan untuk menemukan ruang perbaikan.
Peningkatan Kapasitas: Upaya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas pendukung guna menyukseskan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
"Kerja sama berkelanjutan dengan LRPPN-BI diharapkan mampu memperluas akses layanan rehabilitasi yang aman, terukur, dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang," ujar perwakilan BNNK dalam keterangannya.
Menanggapi hal tersebut, Drs. Siswanto menegaskan komitmen LRPPN-BI untuk tetap menjadi mitra profesional BNNK. Ia menggarisbawahi bahwa target rehabilitasi bukan sekadar pulih secara fisik, melainkan juga pulih secara sosial.
"Sinergi lintas lembaga sangat penting agar rehabilitan mampu kembali berfungsi secara sosial dan diterima dengan baik di tengah masyarakat," tutur Siswanto.
Kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas rehabilitasi di LRPPN-BI. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana yang tersedia tetap prima dalam mendukung pemulihan para penyalahguna narkotika di Surabaya.
Editor : Bcl