Tutup Celah Korupsi, Pemprov Jatim Pastikan Dana Hibah Diawasi Ketat oleh APIP hingga BPK

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Sidoarjo,Seputarindonesia.net – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menegaskan komitmennya dalam memperketat pengawasan penyaluran dana hibah. Langkah ini diambil guna memastikan anggaran negara tepat sasaran serta mencegah potensi penyalahgunaan seperti praktik suap maupun organisasi masyarakat (pokmas) fiktif.​Kepala Biro Hukum Setdaprov Jatim, Adi Sarono, mengungkapkan bahwa sistem pengawasan saat ini dilakukan secara berlapis, mulai dari tahap pengusulan hingga pasca-realisasi.

​"Proses pengawasan berlangsung terus. Pengawasan tidak hanya monitoring dan evaluasi (monev). Monev merupakan bagian dari siklus yang melekat dalam proses hibah pada perangkat daerah penyalur," ujar Adi dalam acara Teras Informasi, Kamis (12/2/2026).

​Adi menjelaskan bahwa pengawasan dana hibah tidak hanya bertumpu pada satu lembaga, melainkan melibatkan berbagai elemen fungsional:​Internal: Dilakukan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP/Inspektorat) melalui review berkala.

​Eksternal: Dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai objek pelaksanaan APBD.​Legislatif: Melibatkan DPRD Jatim selaku wakil rakyat dalam fungsi kontrol.​Publik: Mengakomodasi pengaduan masyarakat sebagai bentuk transparansi.

​Menanggapi sorotan publik terkait dugaan korupsi dana hibah Pokir DPRD Jatim periode 2019–2024 yang tengah ditangani KPK, Adi menekankan pentingnya verifikasi berjenjang.

​Setiap usulan dari lembaga calon penerima harus melalui tahapan verifikasi administrasi dan lapangan yang dilakukan oleh Sekretariat DPRD bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

​"Pada tahap penganggaran, pembahasan dilakukan bersama antara TAPD dan DPRD melalui Rapat Banggar, Rapat Komisi, hingga persetujuan dalam Rapat Paripurna," tambahnya.

​Sebagai bentuk tanggung jawab hukum, Pemprov Jatim mewajibkan setiap penerima hibah untuk memenuhi instrumen legalitas sebelum dana dicairkan. Hal ini mencakup:​Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).​Penandatanganan Pakta Integritas.​Penerbitan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak oleh lembaga penerima.​Dengan sistem pengawasan yang komprehensif ini, Pemprov Jatim berharap dapat menutup celah duplikasi penerima maupun manipulasi data di lapangan, sehingga dana hibah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan masyarakat Jatim.

Berita Terbaru

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Rasiyo Dorong Wayang Kulit Dikemas Lebih Menarik agar Diminati Generasi Muda…

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

KAI Siapkan Gebrakan! RUU Advokat Usulkan Lembaga Nasional Independen dan Perlindungan Profesi…