Surabaya,Seputarindonesia.net – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali dipercaya mendukung pengiriman produk manufaktur nasional ke pasar internasional. Kali ini, TPS menangani ekspor tiga unit locomotive platform produksi PT INKA (Persero) yang dikirim ke Australia.
Pengiriman terbaru tersebut melengkapi total ekspor sebanyak 16 unit locomotive platform yang telah diberangkatkan melalui TPS. Sebelumnya, pengiriman dilakukan secara bertahap, dimulai dengan dua unit pada Februari 2025, kemudian dilanjutkan 13 unit sepanjang tahun 2025.
Keberhasilan ekspor ini menjadi bukti konsistensi industri perkeretaapian nasional dalam menembus pasar global sekaligus memperlihatkan meningkatnya kepercayaan pasar luar negeri terhadap produk buatan Indonesia.
TPS dipilih sebagai pusat pengiriman karena dinilai memiliki fasilitas yang memadai dan kesiapan operasional dalam menangani kargo khusus. Selain didukung akses pelayaran internasional yang luas, lokasi TPS yang relatif dekat dengan fasilitas produksi PT INKA di Madiun juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi logistik dan memperlancar proses distribusi.
Produk yang diekspor berupa underframe lokomotif atau locomotive platform yang termasuk kategori muatan khusus Out of Gauge (OOG) dan Uncontainerized Cargo (UC). Jenis muatan ini membutuhkan penanganan khusus mulai dari tahap perencanaan, pengangkutan hingga proses pemuatan ke kapal.
Kepercayaan Australia terhadap PT INKA disebut tidak lepas dari kualitas produk yang kompetitif, harga bersaing, serta dukungan layanan purna jual yang baik. Faktor efisiensi pengiriman juga menjadi nilai tambah yang mendukung daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Sebagai operator terminal petikemas, TPS memastikan seluruh proses pengiriman berjalan aman dan sesuai standar operasional dengan dukungan peralatan serta sumber daya manusia yang kompeten.
Plt Senior Manager Sistem Manajemen dan Komersial TPS, Indriana Susilowati, mengatakan keberlanjutan pengiriman ini menjadi bentuk kepercayaan terhadap kemampuan TPS dalam mendukung ekspor manufaktur nasional.
“TPS berkomitmen mendukung kelancaran ekspor industri perkeretaapian Indonesia agar semakin mampu bersaing di pasar global. Penanganan locomotive platform ini menunjukkan kesiapan kami dalam mengelola kargo khusus dengan standar operasional tinggi dan kolaborasi yang solid bersama seluruh pihak terkait,” ujarnya.
Menurutnya, TPS memiliki peran penting dalam rantai logistik nasional, bukan hanya sebagai tempat bongkar muat, tetapi juga menjadi gerbang produk industri Indonesia menuju pasar internasional.
Berbekal pengalaman menangani special cargo seperti Break Bulk (BBK) dan berbagai proyek ekspor strategis lainnya, TPS optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai mitra logistik andal bagi pertumbuhan ekspor nasional.
Editor : Bcl