Surabaya,Seputarindonesia.net – Kasus dugaan korupsi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD Surabaya periode 2009–2014 kembali memanas. Satreskrim Polrestabes Surabaya dilaporkan terus mendalami perkara lama ini, dengan membidik keterangan tokoh-tokoh kunci, termasuk Wakil Walikota Surabaya, Armuji.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal di kepolisian, Armuji dijadwalkan menjalani pemeriksaan di markas Polrestabes Surabaya pada Kamis (5/2/2026) sore.
Pemeriksaan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian penyidikan yang sempat stagnan. Sebelumnya, Armuji diketahui sudah pernah berurusan dengan penyidik terkait kasus yang sama. Meski sempat membantah adanya panggilan saat dikonfirmasi via telepon beberapa waktu lalu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pengusutan terus berjalan.Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Heriyanto, membenarkan adanya langkah proaktif dari penyidik untuk mengurai kembali benang kusut kasus Bimtek ini. Ia mengonfirmasi bahwa surat panggilan pertama telah dilayangkan pada akhir Januari lalu.
"Terkait kasus Bimtek tahun lalu, benar ada pemanggilan Wakil Walikota Surabaya pada Rabu (28/1/2026). Itu merupakan pemanggilan yang pertama," jelas AKBP Edy Heriyanto kepada awak media.
Tak hanya menyasar pejabat publik, penyidik juga bergerak masif di lingkungan internal legislatif. Sepanjang Januari 2026, sejumlah staf di Sekretariat DPRD Surabaya telah bergantian masuk ke ruang pemeriksaan.Fokus penyidikan kali ini kabarnya lebih mendalam, meliputi:Penelusuran Administrasi: Mencocokkan dokumen kegiatan Bimtek yang terlaksana belasan tahun silam.Mekanisme Penganggaran: Membedah bagaimana anggaran tersebut disetujui.Proses Pencairan Dana: Mengaudit aliran dana yang bersumber dari APBD Kota Surabaya untuk memastikan apakah ada kerugian negara atau penyimpangan prosedur. Pemeriksaan maraton ini dilakukan untuk memperjelas peran serta tanggung jawab masing-masing pihak, baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan teknis di lapangan.Perkara Bimtek DPRD Surabaya periode 2009–2014 ini sejatinya adalah "luka lama" yang kembali dibuka. Setelah penyelidikan intensif dilakukan sejak tahun lalu, polisi kini tampak lebih serius menuntaskan dugaan penyelewengan dana rakyat tersebut hingga ke akar-akarnya.
Hingga berita ini diunggah, tim redaksi masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak Wakil Walikota Surabaya terkait kehadirannya dalam pemeriksaan yang dijadwalkan sore ini. (*)
Editor : Bcl