SAMPANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat menggelar Malam Puncak Apel Siaga dikemas dengan acara istighosah dan doa bersama.
Giat yang dilaksanakan di Alun-Alun Trunojoyo Kabupaten Sampang tersebut, diikuti oleh semua komisioner Bawaslu Sampang, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Panwaslu Desa/Kelurahan (PKD).
Dalam kesempatannya, Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits menyampaikan bahwa kehadiran pengawas pemilu, guna mengedukasi dan menjaga kedaulatan masyarakat, dalam menentukan pilihannya.
"Kampanye itu sejatinya adalah pendidikan politik bagi seluruh rakyat, sehingga masyarakat memiliki informasi dan pengetahuan dalam menentukan pilihannya," ujarnya, Senin (18/11/2024).
Warits menambahkan, menjelang pesta demokrasi yang kurang 5 hari lagi, pihaknya masih gencar mengindentifikasi dan mengedukasi masyarakat. Adapun dirinya juga berpesan kepada semua pengawas pemilu, untuk dapat melakukan edukasi serta mencatat semua kejadian dan temuan.
"Catatlah seluruh kejadian yang menurut kawan-kawan itu sebagai kejadian. Catat dalam format, karena nanti akan kita jadikan sebagai bahan apabila pemilihan ini dipersoalkan oleh para pihak, terutama nanti yang disebut dengan perselisihan hasil di Mahkamah Konstitusi (MK). Jangan sampai pelaksanaan pemilihan ini berlangsung tidak benar, kalau berlangsung tidak benar akan memicu persoalan di kemudian hari," tegasnya.
Sementara, Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sampang Sudarmanto mengatakan bahwa Pemkab Sampang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Malam Puncak Apel Siaga Pengawasan yang dimaksud.
Ia juga berharap serta sekaligus memastikan kesiapan seluruh petugas, dengan fungsi dan tugasnya masing-masing dalam mensukseskan pelaksanaan Pilkada 2024.
"Perbedaan pilihan politik jangan sampai menjadi ajang permusuhan dan saling berkonflik. Mari kita manfaatkan demokrasi ini dengan sebaik-baiknya," tandasnya. (RIZ)
Editor : admin